Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Jaka Tingkir-Part#202

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Jaka Tingkir-Part#202

penerus trah prabu brawijaya

Inspirasi Pagi …….!!
(@SUN-aryo)
(202)
Penerus Trah Prabu Brawijaya.
Jaka Tingkir.

Namun Kanjeng Sunan Kudus beserta para pengikutnya tetap bersikap tenang tanpa menunjukkan sikap permusuhan terhadap orang-orang yang baru datang.
Orang-orang kampung itu pun kemudian telah mendekat ke tempat Kanjeng Sunan Kudus dan para pendukungnya berada.
Orang-orang itu terkejut ketika mendapat salam keagamaan dari salah seorang yang berada di hutan itu. Meski agak canggung dan kurang fasih, namun beberapa orang menjawab salam itu.
“Maaf kisanak sekalian….., siapa kisanak sekalian ini kok berada di hutan sepagi ini….?” Bertanya tetua kampung.
“Kami adalah rombongan dari Kudus yang akan menghadap Ki Ageng Pengging…..!” Kata Kanjeng Sunan Kudus yang menyamarkan sebagai utusan Kanjeng Sultan Trenggono dari keraton Demak.
Orang-orang kampung itu tidak berprasangka buruk terhadap rombongan Kanjeng Sunan Kudus. Rombongan Sunan Kudus itu memang tidak berwajah sangar dengan membawa senjata telanjang. Tetapi mereka berpakaian layaknya para santri, sedangkan Kanjeng Sunan Kudus berpakaian jubah putih dengan ikat kepala serba putih pula. Dan sapaan Kanjeng Sunan Kudus pun sopan kepada orang-orang kampung itu. Orang-orang kampung itu yakin bahwa rombongan itu tentu tidak mempunyai niat jahat.
“Apakah kisanak sekalian sejak malam berada di hutan ini…..?” Bertanya tetua kampung.
“Benar, kami tidur di hutan ini……!” Jawab Kanjeng Sunan Kudus.
“Apakah tidak takut dengan auman harimau yang kira-kira sumbernya dari tempat ini…..?” Tetua kampung itu bertanya perihal auman macan yang tadi malam mereka dengar.
“Auman macan……? Kami tidak mendengar apa-apa di tempat ini…..!” Jawab Kanjeng Sunan Kudus yang percaya bahwa sumber suara itu sesungguhnya dari bende pusaka yang mereka pukul berkali-kali tadi malam.
“Lhoooh……, aneh sekali. Kami semalaman ketakutan karena auman macan. Dan kami yakin sumbernya dari daerah ini……!” Kata tetua kampung
“Kami tidur bergantian dan pasti ada yang berjaga. Namun kami tidak mendengar sama sekali auman macan tersebut……!” Lanjut Kanjeng Sunan Kudus yang pura-pura tidak tahu asal suara itu.
Mereka, orang-orang kampung itu bergeremang saling berbincang membicarakan keanehan tersebut.
“Maaf kisanak sekalian, sedianya kami ini akan menangkap macan tersebut jika berjumpa. Kami telah membawa berbagai peralatan untuk menangkap macan tersebut. Namun ternyata tidak ada macan seekor pun…..!” Kata tetua kampung itu.
“Heeemmm……, jika demikian, sebaiknya tempat ini kalian namakan Sima untuk mengenang peristiwa aneh itu. Sima adalah bahasa halus untuk macan atau harimau…..!” Kata Kanjeng Sunan Kudus.
“Sima…. Sima…. Sima….. Sima…..!” Mereka menyebut nama sima beberapa kali.
“Ya kami setuju, tempat ini dinamakan hutan Sima, dan jika kelak menjadi perkampungan akan dinamakan kampung Sima……!” Kata tetua kampung itu.
“Nama yang bagus pula…..!” Kata Kanjeng Sunan Kudus.
“Jika demikian kami mohon diri untuk kembali ke kampung. Kisanak sekalian silahkan melanjutkan perjalanan untuk menemui Ki Ageng Pengging. Beliau pasti senang menerima kehadiran Kisanak sekalian…..!” Lanjut tetua kampung tersebut.

Mereka benar-benar kembali ke perkampungan. Namun mereka tak henti-hentinya membicarakan keanehan yang mereka dengar dan saksikan. Mereka pun berbincang tentang nama sima untuk hutan yang sebelumnya memang belum bernama.
“Sepertinya mereka juga orang-orang aneh menilik dari pakaian yang mereka kenakan……..!” Kata salah seorang dari mereka.
“Ya, mereka memang aneh…..! Mengapa kita lupa menanyakan nama-nama mereka…..!” Sahut yang lain.
“Ya, kita lupa dan aku juga lupa menanyakan nama-nama mereka. Yang kita dengar bahwa mereka rombongan dari Kudus……!” Kata tetua kampung.
“Ya sudahlah, nanti Ki Ageng Pengging pasti akan tahu pula. Dan besuk kita akan menghadap Ki Ageng Pengging untuk menceritakan keanehan tadi malam……!” Lanjut tetua kampung.
……………….
Bersambung………..

Petuah Simbah: “Berpenampilan dan berbicara sopan akan mengurangi kemungkinan perselisihan.”
(@SUN).

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *