Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#628

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#628

penerus trah prabu brawijaya

Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(628)
Mataram.
Seri Danang Sutawijaya.

Gapura gerbang alun-alun yang hampir semuanya terbangun dari batu bata merah tampak megah dan anggun. Hanya saja beteng yang menyambung sisi kiri dan kanan gerbang tersebut belum terbangun mengelilingi kawasan Kotagede.
Alun-alun telah sepenuhnya tertata rapi. Pohon beringin telah tampak tumbuh subur di sekeliling alun-alun walau belum tinggi. Di tengah alun-alun tetap dipertahankan beringin tua yang rimbun dan teduh. Rumput hijau pun telah terhampar di tanah lapang alun-alun itu.
Bangunan di sekeliling alun-alun pun telah berdiri. Sebagian besar bangunan itu terbuat dari kayu. Kayu-kayu yang tidak mendatangkan dari mana pun tetapi memanfaatkan hasil dari babat alas sebelumnya. Bangunan kayu yang dikerjakan oleh tangan-tangan terampil sehingga menjadi bangunan yang indah namun tetap kokoh.
Dari alun-alun menuju bangunan utama dibatasi oleh gapura yang tak kalah anggun dan indahnya dari gapura gerbang alun-alun. Gapura itu sepenuhnya juga terbuat dari batu-bata merah yang tertata rapi.
Sedikit masuk ke dalam dari sisi kiri gapura itu telah dibangun pula sendang untuk untuk ber-bersih diri bagi para tamu. Dua buah sendang yang berdampingan namun dibatasi tatanan batu bata yang tertata indah pula. Sendang yang sebelah kiri untuk wanita sedangkan yang sebelah kanan untuk pria. Sendang yang airnya jernih melimpah yang langsung dari mata air.
Pendapa utama yang berbentuk joglo juga sudah sepenuhnya rampung. Joglo yang sepenuhnya terbuat dari kayu jati pilihan dengan ukiran yang rumit namun elok. Pendapa yang tak kalah megahnya dengan pendapa sebuah kadipaten, bahkan sebuah keraton.
Pembangunan pendapa joglo yang selalu diawasi oleh Ki Juru Martani sendiri. Lantai joglo yang tinggi dengan undak-undak tingkat tujuh tak ubahnya seperti sitihinggil sebuah keraton. Umpak-umpak penyangga tiang terbuat dari batu ukir yang indah pula.
Bahkan pendapa joglo itu telah dilengkapi pula dengan teras di kiri dan kanan.
“Sepertinya sudah rampung, Kakang…..!” Berkata Ki Ageng Mataram kepada Ki Juru Martani yang sedang mengawasi penyelesaian pengerjaan pendapa joglo itu.
“Yaa….., hari ini pengerjaan joglo dan teras telah selesai. Jika Mas Danang pulang tentu akan senang. Hampir semuanya adalah rancangannya…..!” Berkata Ki Juru Martani.
“Kita belum tahu kapan Jebeng akan kembali, sudah hampir tiga pekan sejak kepergiannya…..!” Berkata Ki Ageng Mataram.
“Semoga lancar dalam perjalanan. Jika sampai di Banyumas tentu memerlukan waktu…..!” Sahut Ki Juru Martani. Kemudian Ki Juru Martani melanjutkan.
“Tetapi kita tahu bahwa menjelang bulan purnama ia pasti akan berkunjung ke pantai selatan. Kita harapkan ia pulang sebelum saat itu….!”
“Yaaa….., ia pasti sudah memperhitungkan…..!” Berkata Ki Ageng Mataram sambil terbatuk-batuk.
“Apakah Adi sakit…..? Sepertinya Adi terlihat kurus…..!” Berkata Ki Juru Martani.
“Yaaa….., kadang dada ini terasa sesak dan berdebar-debar…..!” Berkata Ki Ageng Mataram.
“Apakah sudah minum jamu yang diperlukan…..?” Bertanya Ki Juru Martani.
“Sudah juga, namun belum ada pengaruhnya…..!” Berkata Ki Ageng Mataram.
Ki Ageng Mataram memang sudah beberapa pekan ini sering demam yang belum diketahui sebabnya. Jika meminum jamu racikan memang demamnya turun. Namun kemudian demam itu muncul kembali. Hanya karena daya tahan yang tinggi sehingga Ki Ageng Mataram masih tampak tegar. Namun demikian, Ki Ageng Mataram memang tampak lebih kurus. Kedua orang tersebut masih berbincang di pendapa itu.
Mereka berdua adalah saudara seperguruan dan juga saudara ipar. Adik Ki Juru Martani adalah istri dari Ki Ageng Mataram yang juga merupakan ibu kandung dari Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Aku ingin melihat-lihat bagian lain, Kakang. Rasanya senang dan puas melihat pengerjaan kawasan Kotagede ini…..!” Berkata Ki Ageng Mataram.
“Ya silahkan. Tetapi jika merasa tidak enak badan, kau harus beristirahat…..!” Saran dari Ki Juru Martani.
……………..
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo di Youtube atau di Facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *