Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#750

trah prabu brawijaya

Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(750)
Mataram.
Seri Panembahan Senopati.

Ki Juru Martani dan Panembahan Senopati masih beberapa saat berdiri termangu di tepi jurang sebuah sungai yang tidak terlalu besar.
“Kita harus bisa merelakan kepergian Rangga, namun tidak akan melupakan anak itu…..!” Berkata Panembahan Senopati.
“Bagaimana pun Angger Rangga telah menjadi bagian dari keluarga besar Mataram…..!” Sahut Ki Juru Martani.
“Dia adalah putra sulungku…..!” Berkata Panembahan Senopati.
Kemudian Panembahan Senopati melanjutkan; “Benteng yang ambrol itu tidak akan aku benahi, biarklah tetap seperti itu untuk mengingat Rangga…..!”
“Baik…., aku setuju……!” Jawab Ki Juru Martani.
Namun beberapa saat kemudian Panembahan Senopati mengajak Ki Juru Martani untuk mengunjungi padang rumput Lipura yang tidak jauh dari tempat itu.
“Baik….., aku sudah lama tidak berkunjung ke Lipura…..!” Jawab Ki Juru Martani.

Di padang rumput Lipura sedang ada latihan memainkan tombak dari atas juga. Beberapa saat Ki Juru Martani dan Panembahan Senopati memperhatikan mereka yang sedang berlatih. Namun kedua petinggi Mataram itu bersembunyi dari balik pohon perdu. Mereka ingin mengetahui seberapa jauh kesungguhan mereka dalam berlatih dan sampai sejauh mana hasil latihan mereka.
Panembahan Senopati menyaksikan dengan seksama para pengawal Mataram yang sedang berlatih itu. Demikian pula Ki Juru Martani.
Panembahan Senopati merasa puas atas latihan mereka. Beberapa dari mereka berhasil menombak sasaran dengan tepat untuk beberapa sasaran pula. Walau dari yang paling baik pun belum berhasil membidik seluruh sasaran. Namun bagi para pengawal Mataram yang sebelumnya bukanlah seorang prajurit, hasil itu cukup baik. Dan Panembahan Senopati dan Ki Juru Martani pun bisa menyaksikan kesungguhan mereka berlatih.
“Marilah kita temui mereka, Uwa…..!” Pinta Panembahan Senopati.

Mereka terkejut namun juga bangga atas kehadiran dua orang petinggi Mataram yang tiba-tiba itu.
“Bagus…..! Kami telah menyaksikan beberapa waktu ketika kalian berlatih…..!” Berkata Panembahan Senopati jujur.
“Oooh….., Panembahan dan Ki Juru tidak berkuda……?” Bertanya salah seorang dari mereka.
“Tentu saja kami berkuda. Kuda kami tambat-kan tidak jauh dari pinggir padang rumput ini. Kami bangga atas kesungguhan kalian berlatih. Dan hasilnya pun cukup bagus…..!” Puji Panembahan Senopati jujur.
Ki Juru Martani kemudian memberikan petuah dan dorongan semangat bagi mereka.
“Teruskan latihan kalian dengan sungguh-sungguh. Pengawal Mataram jumlahnya tidaklah banyak oleh karena itu harus memiliki kelebihan di sisi lain. Di antaranya adalah pasukan berkuda…..!” Lanjut Ki Juru Martani.
Mereka akan bangga jika nantinya bisa terpilih menjadi bagian dari pasukan berkuda. Seperti yang dikatakan oleh Ki Juru Martani bahwa pasukan berkuda memiliki kelebihan dari pasukan biasa.
Namun demikian, Panembahan Senopati dan Ki Juru Martani tidak bisa berlama-lama di padang rumput Lipura itu. Masih banyak yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi pasukan Pajang yang sudah hampir pasti akan menyerbu Mataram.
Panembahan Senopati dan Ki Juru Martani telah bersepakat untuk tidak akan menceritakan kepada siapa pun tentang peristiwa yang dialami oleh Raden Rangga. Mungkin jika waktunya sudah memungkinkan akan diceritakan pula di waktu yang akan datang.
Kedua orang petinggi Mataram itu telah meninggalkan padang rumput Lipura.

Sementara itu, Raden Gagak Baning juga sedang menggembleng para pengawal Mataram dalam berlatih memanah. Di alun-alun belakang yang cukup luas untuk berlatih memanah.
Mereka digembleng dari pagi sampai sore tanpa kenal lelah.
“Kita memang berkejaran dengan waktu. Rencana penyerbuan pasukan Pajang telah semakin dekat. Kita harus berlatih dengan sungguh-sungguh……! Pasukan panah yang tidak berhadapan langsung dengan lawan bisa mengurangi jumlah lawan sebelum pertempuran benar-benar terjadi…..!” Berkata Raden Gagak Baning.
“Meskipun diantara kalian tidak memiliki kelebihan badan yang besar dan kuat, namun keterampilan bermain panah merupakan kelebihan tersendiri…..!” Lanjut Raden Gagak Baning.
…………….
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Tonton pula vidio kontens YouTube kami yang terbaru Seri Harjuna Sasrabahu. Cari; St Sunaryo di Youtube atau di Facebook maupun di Instagram.

Sutanto Prabowo

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *