Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#751

trah prabu brawijaya

Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(751)
Mataram.
Seri Panembahan Senopati.

Panembahan Senopati dan Ki Juru Martani masih memberikan banyak petuah kepada para pengawal Mataram di alun-alun belakang itu. Mereka kemudian banyak berbincang dengan Raden Gagak Baning. Mereka berbincang tentang rencana penyerangan pasukan Pajang. Bagaimana pasukan panah nantinya bisa berperan banyak.
“Kita tidak akan menyeberang kali Opak. Kita-lah yang memancing mereka agar menyeberangi kali Opal. Setelah mereka menyeberang, saat itulah peran pasukan panah…..!” Berkata Panembahan Senopati.
“Mereka pasti akan menyeberang lewat jembatan Prambanan…..!” Berkata Raden Gagak Baning.
“Jembatan itu juga bisa kita jadikan sarana untuk pertahanan kita…..!” Berkata Panembahan Senopati.
“Bagaimana bisa…..?” Bertanya Raden Gagak Baning yang merupakan adik dari Panembahan Senopati itu.
Mereka bersama Ki Juru Martani kemudian memperbincangkan jembatan Prambanan agar bisa menjadi sarana pertahanan bagi pasukan Mataram.
Ki Juru Martani yang berpengalaman itu kemudian membeberkan rencana untuk memanfaatkan jembatan Prambanan itu bagi keuntungan pasukan Mataram.
“Saran yang sangat bagus…..! Nanti akan kita laksanakan……!” Berkata Panembahan Senopati.
“Pasukan panah juga akan menyesuaikan keadaan nantinya…..!” Sambung Raden Gagak Baning.
Beberapa saat mereka berbincang untuk mematangkan rencana yang disarankan oleh Ki Juru Martani tersebut.
Namun tiba-tiba Panembahan Senopati teringat bahwa kuda Raden Rangga masih tertambat tidak jauh dari pohon beringin tua. Panembahan Senopati kemudian minta dua orang untuk mengambil kuda tersebut.
“Kuda milik Rangga adalah kuda yang bagus. Sayang jika lama terikat di sana…..!” Berkata Panembahan Senopati.
“Lhaa…., Angger Rangga ke mana, Kangmas…..?” Bertanya Raden Gagak Baning yang memang belum tahu tentang Raden Rangga.
“Oooh…., dia pamit ke Praci untuk waktu yang lama. Kami tidak ingat bahwa Rangga berkuda sampai di Pal Bapang…..!” Jawab Panembahan Senopati tidak mengatakan yang sesungguhnya.
“Dia menyesal telah mengakibatkan benteng samping ambrol…..!” Dalih Panembahan Senopati.
Namun Raden Gagak Baning tidak bertanya lebih lanjut. Ia kemudian memerintahkan dua orang untuk mengambil kuda di Pal Bapang.
“Salah seorang dari kalian yang pernah sampai ke Pal Bapang…..! Berangkat dengan satu kuda, kembali dengan dua kuda…..!” Pinta Raden Gagak Baning.
Dua orang pengawal Mataram yang sedang mengikuti latihan panah segera berangkat.

Ketika Panembahan Senopati sedang beristirahat, datang-lah seorang pengawal Mataram yang ditugaskan untuk mendampingi pengerjaan di Kali Bulus.
“Bagaimana perkembangan pekerjaan di sana….?” Bertanya Panembahan Senopati setelah saling berkabar keselamatan.
“Semuanya lancar, Kanjeng Panembahan, bahkan hampir selesai. Dan Ki Singa Dangsa dan Ki Sura Patil juga sudah datang…..!” Berkata pengawal Mataram itu.
“Oooh…., sudah hampir selesai…..? Begitu cepat….!” Berkata Panembahan Senopati.
“Mereka adalah para pekerja keras, Kanjeng…..! Tidak ada dari mereka yang bermalas-malasan…..!” Berkata pengawal itu.
“Baiklah…..! Terimakasih…..! Besuk aku bersama dengan Uwa Juru akan ke sana…..!” Berkata Panembahan Senopati.
“Pasti mereka akan senang dan berbesar hati…..!” Berkata pengawal itu.
“Ada berapa orang mereka…..?” Bertanya Panembahan Senopati.
“Hampir seratus orang, Kanjeng…..!” Jawab pengawal itu.
“Cukup banyak juga….., terimakasih kepada mereka….!” Lanjut Panembahan Senopati.
“Nanti akan saya sampaikan kepada mereka…..!” Berkata pengawal itu.
Masih beberapa saat mereka berbincang, namun kemudian pengawal itu mohon diri untuk kembali ke Kali Bulus.

Sebelum matahari terbit dari ufuk timur, alun-alun Mataram yang cukup luas itu telah digunakan untuk berlatih olah kanuragan oleh banyak orang. Pria wanita, tua muda semua ikut berlatih. Mereka semua telah mendengar rencana penyerbuan pasukan Pajang ke Mataram.
…………….
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Tonton pula vidio kontens YouTube kami yang terbaru Seri Harjuna Sasrabahu. Cari; St Sunaryo di Youtube atau di Facebook maupun di Instagram.

Sutanto Prabowo

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *