Penerus Trah Prabu Brawijaya-Gendhuk Jinten-Part#63

gendhuk jinten

Orang itu sangat marah karena merasa dijebak dan ada niat untuk dibunuh.
“Heeem…! Ternyata kau wanita jahat, menipu dan menjebaku dan berniat membunuh aku…..!” kata orang itu.
Rara Jonggrang benar-benar tak berdaya dibekap dan ditelikung oleh orang itu. Namun kini ia yakin bahwa orang ini bukanlah arwah gentayangan yang ingin balas dendam. Tetapi ia benar-benar manusia, tangan yang membekap dan menelikung serta suaranya adalah suara orang hidup. Tetapi bagaimana mungkin, orang di dalam sumur dan ditimbun batu sedemikian banyak bisa lolos dari maut? Jika orang ini adalah benar-benar Bandung Bandawasa, dia benar-benar seorang yang sakti mandraguna.
Rara Jonggrang benar-benar takjub terhadap orang ini, namun ia tak sudi diboyong ke negeri Pengging. Tetapi ia juga tak ingin mati di tangan orang ini.
Namun demikian, Rara Jonggrang tak memungkiri bahwa ada rasa nikmat yang aneh yang menggetarkan hatinya saat dibekap dan ditelikung. Maka ia tak berusaha untuk melepaskan diri, walau itu tentu akan sia-sia. Ia justru ingin didekap lebih erat lagi, ada rasa merinding yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Demikian pula yang dirasakan oleh Raden Bandung Bandawasa. Sejak pandangan pertama ia sudah terpesona dengan kecantikan Rara Jonggrang. Dan kini, ia berkesempatan membekap dan mendekap gadis yang menggetarkan hatinya itu. Sesungguhnya, jantung Raden Bandung Bandawasa pun berdegup kencang. Ia tak mungkin akan menyakiti, atau bahkan membunuh gadis ini. Walau gadis itu telah menjebak dan berniat untuk membunuhnya dengan menimbun batu ke dalam sumur. Dalam keadaan seperti itu, ia bisa melampiaskan gelora yang membara di dadanya. Namun demikian, Raden Bandung Bandawasa tak berbuat lebih dari pada itu. Ia masih berpegang teguh pada norma seorang ksatria.
Dengan tekat untuk tetap selamat, Rara Jonggrang menemukan cara untuk mengelabui Bandung Bandawasa.
“Raden…..! Sesungguhnya bukan aku yang memerintahkan para prajurit untuk menimbun andika di dalam sumur, tetapi senopati prajurit…..!” kata Rara Jonggrang.
“Demikiankah Rara…..?” tanya Bandung Bandawasa yang tetap berharap bisa memboyong gadis yang telah meluluhkan hatinya itu ke keraton Pengging.
“Benar, Raden……! Bahkan aku kini telah yakin bahwa andika benar-benar seorang ksatria yang sakti mandraguna tiada tanding…..!” puji Rara Jonggrang.
“Dewa telah melindungi aku, Rara….!” jawab Raden Bandung Bandawasa merendah.
Kemudian Raden Bandung Bandawasa mengulangi permintaannya.
“Rara…..! Meski aku telah berusaha dibunuh oleh para prajurit Baka, tetapi aku tetap berniat untuk memboyong Rara ke keraton Pengging…..!” kata Raden Bandung Bandawasa.
Rara Jonggrang merenung sejenak untuk mengatakan niatnya. Ia yakin bahwa ksatria Pengging itu tak akan menolaknya.
“Raden…..! Jika Jonggrang mohon sesuatu lagi apakah akan dikabulkan…..?” kata Rara Jonggrang.
“Katakan, Rara…..!” kata Raden Bandung Bandawasa.
………….
Bersambung……..

Petuah Simbah: “Cinta benar-benar bisa membutakan.”
(@SUN)

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *