Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#367

penerus trah prabu brawijaya

Inspirasi Pagi …….!!
(@SUN-aryo)
(367)
Penerus Trah Prabu Brawijaya.
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Walau malam hari, Tiga Serangkai dari Sela bersama Sultan Hadiwijaya tetap melanjutkan perjalanan.
Di sepanjang perjalanan, mereka memang sering menjadi perhatian orang-orang yang berpapasan. Kuda-kuda mereka yang jauh lebih tinggi dan jauh lebih besar dari kuda kebanyakan menarik perhatian mereka yang melihat. Namun mereka tidak berbuat sesuatu terhadap empat orang yang dalam perjalanan dengan kecepatan sedang itu.
Bulan bulat di langit membantu perjalanan mereka.
Kini mereka telah memasuki hutan Danaraja. Meskipun demikian, untuk sampai di pertapaan Kanjeng Ratu Kalinyamat masih membutuhkan beberapa waktu.
Beruntung saat itu musim kemarau sehingga jalan setapak yang menuju ke pertapaan Kanjeng Ratu Kalinyamat tidak pepat oleh rerumputan. Namun demikian, mereka tidak bisa berjalan cepat. Kuda-kuda pun perlu berhati-hati agar tidak terjerat rumput-rumput liat.

Sementara itu, Kanjeng Ratu Kalinyamat masih tetap setia menjalani laku tapa di dalam gua tanpa busana. Meskipun demikian, gua yang gelap di berliku membuat Kanjeng Ratu Kalinyamat aman dari orang lain. Rambutnya tebal pun tidak pernah dipotong selama menjalani laku tapa tersebut. Rambut yang tebal dan panjang itulah yang berguna sebagai selimut saat tidur. Dan bahkan, rambut itu pun bisa menutupi tubuh Kanjeng Ratu Kalinyamat bagai kain hitam. Beruntungnya, di dalam gua itu terdapat sungai kecil yang mengalir ke luar gua. Air yang jernih dan bersih yang biasa langsung diminum tanpa di masak.

Kanjeng Ratu Kalinyamat tertegun beberapa saat. Di sepinya malam itu, ia mendengar derap kaki kuda. Walau derap kaki kuda-kuda itu terasa masih sangat lembut.
Kanjeng Ratu Kalinyamat kemudian menempelkan telinganya ke tanah. Derap kaki-kuda itu terdengar semakin jelas. Menurut perkiraan dari Kanjeng Ratu Kalinyamat, kuda-kuda yang sedang berderap itu lebih dari dua ekor. Walau ia tidak bisa memastikan berapa ekor kuda yang sedang berjalan.
“Embok…….!” Kanjeng Ratu Kalinyamat memanggil embok emban sepuh yang selalu setia itu.
“Ya….., Kanjeng Ratu……!” Jawa Embok Emban.
“Kemarilah…..!”
“Baik Gusti Ratu……!”
“Apakah Simbok mendengar sesuatu….?” Bertanya Kanjeng Ratu Kalinyamat setelah embok emban mendekat.
“Simbok mendengar derap kaki beberapa ekor kuda…..! Sepertinya menuju ke tempat ini, Gusti…..!” Jawab Embok Emban.
“Malam telah larut…..! Siapa gerangan mereka Mbok…..?” Bertanya Gusti Kanjeng Ratu Kalinyamat.
“Sepertinya dari arah timur…..! Pasti yang datang bukan dari Jepara atau Demak. Pasti bukan Gusti Pangeran Timur…..!” Jawab Embok Emban mengira-ira dengan pemikirannya yang sederhana.
“Kau benar Mbok…..! Sudah lama Yayi Timur juga tidak menengok ke sini……!” Berkata Kanjeng Ratu Kalinyamat.
“Coba panggilkan Semangkin dan kawan-kawannya, mungkin sudah tidur……!” Pinta Gusti Kanjeng Ratu Kalinyamat.
“Baik Gusti Kanjeng Ratu……!” Jawab Embok Emban sambil beringsut.

Semangkin, Mangkin dan Kingkin segera menghadap Kanjeng Gusti Ratu Kalinyamat. Tiga orang gadis bersama Embok Emban Sepuh yang sangat setia kepada Gusti Kanjeng Ratu Kalinyamat. Mereka pun ikut merasakan kehidupan yang tidak lumrah di tengah hutan Danaraja ini. Kehidupan yang aneh yang tentu saja tidak ringan. Namun lebih aneh lagi adalah cara Kanjeng Ratu Kalinyamat menjalani laku tapa brata. Oleh karena itu, para dayang itu tidak pernah mengeluh walau menjalani kehidupan yang tidak sewajarnya.
“Apakah kalian mendengarkan sesuatu……?” Bertanya Kanjeng Ratu Kalinyamat setelah mereka semua menghadap di balik tirai.
Mereka tidak segera menjawab, karena mereka memang belum memperhatikan dengan seksama.
Mereka kemudian menyendengkan telinga dengan menelangkupkan tangan di belakang telinga.
“Seperti ada suara derap kaki kuda, Gusti……!” Kingkin yang menjawab.
…………….
Bersambung……….
(@SUN)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *