Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#373

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#373

penerus trah prabu brawijaya

Inspirasi Pagi …….!!
(@SUN-aryo)
(373)
Penerus Trah Prabu Brawijaya.
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Mbok Emban sepuh juga tidak mengira sama sekali bahwa sambutan kawula Jepara sedemikian besar. Itu pertanda bahwa Kanjeng Ratu Kalinyamat sungguh dicintai oleh warganya. Melihat sambutan yang sedemikian besar, Mbok Emban bisa melupakan kehidupan di pertapaan Danaraja. Ia ingin sepenuhnya mengabdi kepada Kanjeng Ratu Kalinyamat.
Pangeran Harya Jepara yang masih muda itu tidak ikut bersama pasukan Jepara yang berperang bersama pasukan Pajang. Ia kini ikut menjemput Kanjeng Ratu Kalinyamat di perjalanan.
Kanjeng Ratu Kalinyamat sendiri juga kagum dan sangat terharu akan sambutan kawula Jepara yang sekian waktu telah ia tinggalkan.
Kawula Jepara membungkuk hormat setiap kali Kanjeng Sultan Hadiwijaya lewat di depan mereka. Dengan naik kuda teji yang tinggi besar, Kanjeng Sultan Hadiwijaya terlihat gagah dan tampan. Hampir semua warga Jepara pernah mendengar kisah Sultan Hadiwijaya yang di masa mudanya bernama Mas Karebet Jaka Tingkir. Kisah yang bagai dongeng saja. Kini mereka berkesempatan untuk bersua secara langsung dengan orang yang mengagumkan itu. Mereka sungguh kagum kepada menantu Kanjeng Sultan Trenggana itu. Dengan demikian, Kanjeng Sultan Hadiwijaya adalah adik ipar dari Kanjeng Ratu Kalinyamat.

Namun akhirnya Kanjeng Ratu Kalinyamat telah tiba di keraton Jepara yang telah sekian lama ia tinggalkan. Keratonnya sendiri hampir tidak ada perubahan sama sekali. Keraton yang penuh dengan ukir-ukiran kayu yang indah dan rumit. Tidak ada sejengkal sudut pun yang tidak tersentuh oleh karya seni ukir yang mengagumkan.

Setelah mereka berbersih diri dan menikmati sajian yang telah disediakan, mereka yakni Kanjeng Sultan Hadiwijaya, Ki Juru Martani, Ki Pemanahan dan Ki Penjawi kemudian diterima di pendapa keraton Jepara.
Dalam kesempatan itu, Kanjeng Ratu Kalinyamat menyatakan nadarnya dahulu.
“Dimas Sultan Hadiwijaya, dengan ini Jepara sepenuhnya setia kepada Kasultanan Pajang. Wilayah yang semula menjadi bagian kekuasaan Jepara, sepenuhnya juga menjadi bagian dari Kasultanan Pajang…..!” Berkata Kanjeng Ratu Kalinyamat setelah beberapa saat berbincang di pendapa keraton Jepara.
“Baiklah Kangmbok, terimakasih. Walau Jepara menjadi bagian dari kekuasaan pemerintahan Pajang, namun Jepara kami bebaskan dari pasok glondhong pangarem-arem – tidak diwajibkan membayar pajak ke Pajang…..!” Berkata Kanjeng Sultan Hadiwijaya.

Kini Kanjeng Ratu Kalinyamat telah kembali menduduki tahta kadipaten Jepara. Kadipaten Jepara yang kaya dan maju perdagangannya, semua itu karena ditopang oleh kerajinan ukir yang telah kondang. Ukir kayu Jepara yang indah dan rumit yang terbuat dari kayu jati pilihan.
Kerajinan ukir kayu Jepara juga dikirim ke berbagai kadipaten, bahkan sampai Sunda Kelapa dan Banten. Bahkan pula ukir kayu dari Jepara telah dikirim pula sampai menyeberang samudera dan manca negari.
Tak heran jika Jepara yang kaya itu diincar oleh bangsa kulit putih.
Pangeran Harya Jepara mengatakan bahwa sewaktu Kanjeng Ratu Kalinyamat meninggalkan keraton, keraton Jepara pernah menerima kunjungan utusan dari Portugis.
“Biarlah nanti aku yang akan mengatasi jika utusan Portugis datang kembali….!” Berkata Kanjeng Ratu Kalinyamat.
Kanjeng Sultan Hadiwijaya pun berpesan harus berhati-hati jika berhadapan dengan bangsa kulit putih termasuk bangsa Purtugis itu.
“Jika diperlukan, pasukan Pajang siap membantu……!” Tawaran dari Sultan Hadiwijaya.

Setelah beberapa saat berbincang, Kanjeng Sultan Hadiwijaya beserta Ki Juru Martani, Ki Pemanahan dan Ki Penjawi segera mohon diri. Kanjeng Sultan Hadiwijaya mengatakan bahwa harus segera tiba di Pajang agar masih bisa menemui pasukan besar yang kembali ke Pajang. Menurut perhitungannya, pasukan besar itu pasti berjalan lambat.
……………
Bersambung………..
(@SUN)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *