Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#470

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
470.
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Mereka memang senang jika ditakuti orang. Mereka berbicara kasar dengan nada keras, seakan hanya mereka yang berada di warung itu.
Pemilik warung sudah hafal dengan tingkah mereka. Namun selama ini tidak merugikan warungnya. Mereka selalu membayar sesuai yang seharusnya. Pemilik warung itu juga tahu bahwa mereka adalah para perampok yang bersarang di lereng gunung Merapi. Ia pernah mendengar bahwa sasaran rampoknya adalah orang-orang yang jauh dari lereng Merapi.
Namun kali ini, orang-orang itu tak hanya sekedar merampok, tetapi juga balas dendam atas kematian dua orang kawannya di daerah Mungkid.
“Kita kuras seluruh harta mereka dan kita bantai siapa pun yang melawan….!” Ancam salah seorang dari mereka.
Raden Mas Danang Sutawijaya serta Ki Dhandhang dan Ki Karep terkejut mendengar ancaman mereka. Mereka sungguh para perampok yang sangat berbahaya dan tentu sangat kejam.
“Kita culik anak gadis juragan itu, kita buat pesta di puncak Merapi….!” Berkata salah seorang dari mereka.
Hampir saja Raden Mas Danang Sutawijaya tidak bisa menguasai kemarahannya. Hampir saja ia melempar teko di hadapannya. Sungguh ancaman sang sangat biadap jika benar ingin menculik seorang gadis untuk rudapaksa.
“Heee…., cepat Yu brongkosnya…..!” Teriak salah seorang dari mereka.
“Nggih Lurahe….., nggiiih…..!” Jawab pemilik warung.
Tiba-tiba Raden Mas Danang Sutawijaya dan dua orang kawannya jidatnya berkerut ketika mendengar mereka berbincang.
“Heee….., sudah dengar belum? Di hutan Mentaok sedang dibuat pemukiman…..? Katanya Pemanahan yang memimpin babat alas itu…..!” Berkata salah seorang dari mereka.
“Bukan wadi lagi. Banyak orang sudah mendengar…..! Mereka tidak mungkin akan bisa membuat Mentaok menjadi sebuah permukiman…..!” Sahut yang lain.
“Mereka hanya cari mampus di tengah hutan…..!” Sahut yang lain.
Raden Mas Danang Sutawijaya beserta dua orang kawannya masih berdiam diri menunggu apa yang akan dikatakan oleh mereka.
“Itu urusan mereka, yang penting tidak mengusik keberadaan kita di puncak Merapi…..!” Berkata salah seorang dari mereka.
“Jika mereka berani naik ke puncak Merapi ibarat sulung mblebu geni. Kita bantai mereka….!” Sahut salah seorang dari mereka.
Sekali lagi Raden Mas Danang Sutawijaya menahan marah. Ingin rasanya menampar mulut orang itu.
Sementara itu brongkos dua belas piring telah tersaji bagi mereka. Demikian pula wedang jahe gula aren.
Mereka melahap makanan sambil berbincang. Bahkan ketika mulut masih berisi nasi, mereka tetap berbincang dengan nada keras.

Dalam pada itu, pemilik warung sedang menghidangkan minuman kepada Raden Mas Danang Sutawijaya dan dua orang kawannya.
“Hati-hati Den……, tadi ada yang mengincar kuda-kuda kalian…..!” Berkata pemilik warung.
“Baik Bi……, kami akan berhati-hati….!” Jawab Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Sebaiknya kalian lebih dahulu meninggalkan tempat ini dengan kuda, tentu mereka tak akan bisa mengejar….!” Bisik pemilik warung.
“Terimakasih Bi….., tetapi kami juga ingin menikmati brongkos-nya……!” Dalih Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Baiklah, tetapi cepat selesai ya Den dan segera pergi…..!” Bisik Mbok bakul yang tak ingin dan penganiayaan terhadap tiga orang pengembara itu.
Nasi lauk rawon segera dihidangkan. Namun Raden Mas Danang Sutawijaya beserta dua orang kawannya tidak tergesa-gesa. Bahkan Raden Mas Danang Sutawijaya menunggu apa yang akan dilakukan oleh mereka yang berpenampilan garang-garang itu. Mereka seakan tak tahu bahwa bahaya mengancam di depan mata.
Mbok bakul-lah yang gelisah. Mengapa tiga orang itu tidak segera menghabiskan nasi rawon dan minumannya. Bahkan seakan akan mereka malah mengulur-ulur waktu.
Sedangkan mereka gerombolan perampok itu telah selesai makan dan minum. Sebentar lagi pasti akan membayar dan kemudian tidak tahu apa yang akan mereka lakukan.
………………
Bersambung……………
(@SUN)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *