Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#476

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#476

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
476
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Yang mereka lewati sudah ada satu dua rumah warga di tepi jalan. Jalan pun lebih ramai dari pada dari Balangan sampai Tempel. Beberapa kali mereka berpapasan dengan para pejalan yang dari arah sebaliknya. Demikian pula beberapa kali pula mendahului para pejalan kaki.
“Di sini mungkin yang dinamakan Denggung……!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Menurut ancar-ancar yang pernah dikatakan oleh Ki Demang Karanglo, dua batang pohon beringin besar ini adalah dusun Denggung, dan ada
perempatan……!” Lanjut Raden Mas Danang Sutawijaya.
Ki Dhandhang dan Ki Karep hanya mengangguk-angguk karena memang belum pernah lewat jalan itu.
“Berarti kita tidak salah jalan. Jika kita terus ke arah selatan, segera akan sampai di Karangwaru…….!” Lanjut Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Apakah Karangwaru sudah tidak jauh lagi, Raden……?” Bertanya Ki Karep.
“Semestinya tidak jauh…..! Nanti kita belok ke kiri dan akan sampai di Papringan…..!” Lanjut Raden Mas Danang Sutawijaya.

Dengan tidak tergesa-gesa, mereka telah sampai di Karangwaru. Dusun yang telah ada beberapa penghuninya. Demikian pula di kiri kanan jalan telah pula berderet rumah warga. Namun demikian mereka tidak berhenti dan berbelok kiri.
Ketika matahari telah jauh condong ke barat, mereka telah sampai di Papringan kembali.
Mereka memerlukan singgah di barak di Papringan itu.
“Marilah Den…! Kami sedang memasak untuk makan malam nanti…..!” Sapa beberapa wanita yang tinggal di barak itu.
“Boleh kami ikut icip-icip…..?” Gurau Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Wuooo tidak boleh Den…..! Nanti dikatakan lelaki kethuk dan akan sulit mendapat jodoh seorang gadis…..!” Seloroh seorang wanita di dapur barak itu.
“Mendapat seorang janda juga tidak apa-apa kok Mbok…..!” Canda Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Masak apa kali ini Mbok…..?” Lanjut Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Gudeg gori dan sambel bawang lele bakar…..!” Jawab salah seorang wanita di barak itu.
“Ikan lele dari mana mendapatkannya, Mbok….?” Ki Dhandhang yang bertanya.
“Kali Gajahwong di sebelah itu yang menyediakan ikan yang tak pernah habis…..!” Sahut wanita yang lain.
Masih beberapa saat mereka berbincang, bahkan saling bercanda. Para wanita di dapur barak itu merasa senang mendapat kunjungan dari Raden Mas Danang Sutawijaya.
Mereka tahu Siapakah Raden Mas Danang Sutawijaya itu. Walau dia seorang putra Kanjeng Sultan Pajang dan juga pewaris telatah Mataram ini, namun ia ramah dan santun kepada siapa pun.
“Silahkan diteruskan memasaknya, jangan sampai gosong lele-nya….!” Berkata wanita yang lain.
“Ternyata lele-nya jantan semua Den….!” Seloroh seorang wanita ketika Raden Mas Danang sudah akan berbalik meninggalkan mereka.
“Lhoooh kok tahu kalau lanang semua….?” Bertanya Raden Mas Danang Sutawijaya yang tertarik dengan seloroh wanita tadi.
“Yaaa Den…..! Kalau yang betina semua itu yuyu……!” Yang ternyata wanita itu bercanda.
“Berarti di sini yu yu semua ya…..?” Raden Mas Danang Sutawijaya tak mau kalah.
Mereka pun tertawa senang bisa bercanda dengan seorang pangeran.
“Kami akan ke arah selatan, mengunjungi mereka yang sedang bergotongroyong…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya yang kemudian meninggalkan mereka.

Jalan baru dari Papringan ke arah selatan cukup lebar dan rata. Gerobak sapi pasti bisa melewati dengan mudah. Jalan itu bisa dilewati gerobak bermuatan genteng dari Berja nantinya.
Matahari telah jauh condong ke barat, namun mereka belum berpapasan dengan mereka yang bergotongroyong.
“Apakah mereka masih bekerja…..?” Batin Raden Mas Danang Sutawijaya.
Sudah sampai jauh ke arah selatan jalan yang mereka bangun.
Akhirnya Raden Mas Danang Sutawijaya dan Ki Dhandhang serta Ki Karep telah sampai di ujung jalan yang sedang dibangun.
“Selamat petang saudara-saudaraku….!” Sapa Raden Mas Danang Sutawijaya kepada mereka.
…………
Bersambung………..
(@SUN)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *