Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#478

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(478)
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Raden Mas Danang Sutawijaya senang.
Bagaimana pun pegunungan Kidul itu menyimpan daya manusia dan kekayaan alam yang akan sangat mendukung negeri Mataram nantinya.
“Terimakasih Paman, di Sada di suatu saat nanti juga bisa dibentuk pasukan pengawal yang nantinya bisa menyokong kekuatan Mataram…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Baik juga kami lakukan nantinya……!” Jawab Ki Ageng Giring.
“Bagaimana dengan pegunungan Menoreh, Paman……?” Bertanya lagi Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Sebaiknya, di suatu saat Raden mengunjungi Ki Gede Menoreh. Bahkan ke Bagelen maupun Banyumas…..!” Saran dari Ki Ageng Giring.
“Baik Paman…..! Suatu saat kami akan berkunjung ke tempat-tempat itu……!” Jawab Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Bagaimana pun, telatah Mataram ini memotong jalur jalan dari wilayah itu ke Pajang. Jika bersahabat dengan penguasa-penguasa wilayah itu, tentu sangat berarti nantinya…..!” Lanjut Ki Ageng Giring.
“Baik Paman, kita harus bersahabat dengan wilayah-wilayah itu…..!” Jawab Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Bagaimana dengan Ki Ageng Langit, Paman…..?” Bertanya Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Mangir paling dekat dengan Kotagede ini. Sesungguhnya Mangir juga bagian dari telatah Mentaok. Tetapi seakan terpisahkan oleh hutan yang sangat lebat. Dan Mangir sendiri seakan belum tersentuh oleh para penguasa sebelumnya. Bahkan sejak Majapahit, Demak dan kemudian Pajang…..!” Lanjut Ki Ageng Giring.
Raden Mas Danang Sutawijaya mengangguk-angguk, memahami cerita dari Ki Ageng Giring.
“Mungkin saja, pemerintahan Mangir itu sudah ada sejak zaman Mataram sebelumnya. Wilayah selatan dari gunung Merapi yang tidak terkena dampak dari meletusnya gunung Merapi yang disebut pralaya itu…..!” Berkata Ki Ageng Giring selanjutnya.
“Menarik juga ceritanya, Paman……!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Ini hanya otak-atik gatuk yang belum tentu kebenarannya…..! Tetapi peristiwa pralaya itu pasti sangat dahsyat sehingga mengubur apapun kehidupan di sisi selatan gunung Merapi itu…..!” Lanjut cerita dari Ki Ageng Giring.
Raden Mas Danang Sutawijaya senang mendengar cerita itu.
Kemudian Ki Ageng Giring melanjutkan.
“Konon ceritanya, namun belum tentu benar, bahwa negeri besar pada saat itu, Mataram ikut luluh lantak. Kemudian Empu Sendok memboyong atau tepatnya memindahkan keraton Mataram ke bang wetan. Sehingga turun-temurun sampai Majapahit, Demak dan kemudian Pajang saat ini. Namun yang aku dengar ini juga dari cerita pesan para sepuh sebelumnya turun temurun pula…..!”
“Demikian Paman…..! Kisah sejarah yang menarik…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Beruntungnya telatah pegunungan Kidul yang letaknya tinggi dan berkapur sehingga tidak terkena akibat dari peristiwa pralaya itu……! Lagi pula, wilayah yang tandus dan tidak subur sehingga mungkin saja tidak menarik bagi para penguasa saat itu….!” Lanjut dari Ki Ageng Giring yang saat ini dituakan di telatah pegunungan Kidul.
Raden Mas Danang Sutawijaya senang berbincang dengan Ki Ageng Giring.
Ki Ageng Giring sesungguhnya empat sekawan dengan Ki Juru Martani, Ki Pemanahan dan Ki Panjawi. Namun Ki Ageng Giring kemudian lebih senang tetap tinggal di Sada pegunungan Kidul dan tidak ikut bersama Ki Juru Martani, Ki Pemanahan dan Ki Panjawi mendampingi Raden Mas Karebet yang kemudian menjadi penguasa Pajang saat ini.
Dahulu dikenal tiga serangkai dari Sela, yakni Ki Juru Martani, Ki Pemanahan dan Ki Penjawi, yang kini Ki Penjawi telah menjadi penguasa Pati. Dan sekarang tiga serangkai telah terjadi lagi untuk mendampingi Mataram baru, yakni Ki Juru Martani, Ki Pemanahan dan Ki Ageng Giring sendiri.

Perbincangan yang menarik bagi Raden Mas Danang Sutawijaya. Namun Raden Mas Danang Sutawijaya mesti melanjutkan perjalanan ke Kotagede yang sudah tidak jauh lagi.
…………..
Bersambung………
(@SUN).

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

2 thoughts on “Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#478

  1. TRI Widodo 21/10/2023 at 20:05

    Maturnuwun pak Maswo, salam sehat selalu

    Balas
    1. Haryanto 28/10/2023 at 14:52

      Bagus ceritanya

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *