Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#480

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(480)
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Kejadian di warung brongkos yang diceritakan oleh Raden Mas Danang Sutawijaya.
Ki Juru Martani menyimak dengan sungguh-sungguh, sebab Ki Juru Martani alias Ki Mandaraka pernah mampir di warung brongkos itu ketika mengembara di masa mudanya.
Mbok bakul yang diceritakan itu pasti sudah setua dirinya.
“Kami yang di Pajang ketika itu juga sudah mendengar kalau lereng Merapi dijadikan sarang gerombolan perampok. Namun pasukan Pajang belum sempat menggrebeg tempat itu. Tetapi pasukan Pajang yang berada di Jatinom telah menangkal agar para perampok itu tidak mencari sasaran ke arah timur. Maka benar jika mereka mengarahkan sasaran ke arah barat dan utara…..!” Berkata Ki Juru Martani.
“Suatu saat Danang akan mengunjungi lereng Merapi itu, Uwa…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Baik saja itu dilakukan, karena wilayah itu juga termasuk telatah Mataram. Namun demikian, sebaiknya jika berkunjung ke tempat itu tidak sendiri….!” Saran dari Ki Juru Martani.
“Baik Uwa…..! Terapi tadi petugas jaga mengatakan bahwa Danang sedang ditunggu kedatangannya, ada apa Uwa……..?” Bertanya Ki Danang Sutawijaya.
“Yaa benar, untuk sementara sudah bisa diatasi…..!” Berkata Ki Juru Martani.
“Apa yang terjadi, Uwa…..? Bertanya lagi Raden Mas Sutawijaya.
” Tadi ada tiga orang yang kesurupan, namun sekarang sudah siuman…..!” Berkata Ki Juru Martani.
“Bagaimana itu bisa terjadi, Uwa….?” Bertanya Raden Mas Danang Sutawijaya kemudian.
“Tiga orang itu tadinya mau menebang pohon mentaok di ujung rencana jalan yang sedang dibuat. Tetapi tiba-tiba terpental jatuh terlentang. Dua orang kawannya pun mengalami nasib yang serupa. Mereka kemudian meracau tak karuan…..!” Berkata Ki Juru Martani.
“Bagaimana keadaannya sekarang, Paman…..?” Bertanya Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Sekarang sudah sadar dan telah bisa tidur…..!” Jawab Ki Juru Martani.
“Besuk akan kita lihat…..! Apakah hanya satu pohon itu atau pohon yang lain juga demikian….!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Baiklah…..! Hari telah menjelang tengah malam….! Raden beristirahat-lah besuk kita lihat…..!” Berkata Ki Juru Martani.

Malam itu mereka yang bekerja membuka lahan Kotagede tidak segera tidur, mereka masih bergerombol memperbincangkan peristiwa sore tadi ketika ada tiga orang yang pingsan dan kemudian meracau seperti orang kesurupan.
Mereka juga sudah mendengar bahwa Raden Mas Danang Sutawijaya telah kembali di Kotagede.
Menurut rencana, hari besuk sudah mulai menebangi pohon baik pohon besar maupun pohon kecil untuk membuka alun-alun.
Alun-alun pasti sebuah tanah lapang terbuka yang bersih dari pepohonan kecuali pohon beringin tua yang dipertahankan. Pohon beringin itu nantinya akan berada di tengah-tengah alun-alun. Dan di sekeliling pohon beringin tua itu juga tumbuh pohon-pohon besar yang harus ditebang. Namun paling banyak adalah pohon mentaok.
Mereka yang sedang berbincang itu juga khawatir jika terjadi lagi seperti kawan mereka tiga orang yang telah mengalami.
“Kita serahkan saja kepada Raden Mas Danang Sutawijaya…..!” Berkata salah seorang dari mereka.
“Yaaa….. kita percayakan kepada Raden Mas Danang Sutawijaya besuk, dan sekarang sudah malam. Marilah kita tidur…..!” Ajak kawannya yang lain.

Pagi hari sekali Raden Mas Danang Sutawijaya mendatangi pohon mentaok yang dikatakan kemarin membuat tiga orang pingsan. Pohon mentaok itu juga seperti pohon-pohon yang lain.
Dan hari itu rencananya akan banyak menebang banyak pohon.
Raden Mas Danang Sutawijaya kemudian berkeliling di sekitar pohon beringin tua. Area yang nantinya pohon-pohonnya hampir semuanya ditebang. Dan ternyata banyak pohon-pohon yang besar.
“Heeem…..! Pekerjaan yang tidak ringan…..!” Gumam Raden Mas Danang Sutawijaya kepada dirinya sendiri.
…………..
Bersambung………
(@SUN)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *