Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#491

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(491)
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Ketika mereka sedang sarapan pagi sebelum mengerjakan penebangan pohon, mereka riuh memperbincangkan yang mereka dengar tadi malam. Mereka saling bercerita tentang yang mereka dengar, seakan hanya ia sendiri yang mendengar. Padahal semua juga mendengar yang diceritakan oleh orang itu
“Aku merinding ketika mendengar seperti lolongan anjing hutan yang kesakitan…..!” Berkata seseorang.
“Kau sih penakut…..! Kalau aku tidak takut sama sekali…..!” Sahut yang lain.
“Sepertinya kau yang kerudung sarung sembunyi di pojok barak…..!” Sindir yang lain.
Mereka pun tertawa riang.
Tak henti-hentinya mereka memperbincangkan lakon yang tidak sewajarnya.
Namun mereka benar-benar telah yakin bahwa pohon-pohon itu kini telah aman.
Mereka kemudian mendengar pula tentang adanya kereta yang ditumpangi oleh seorang wanita cantik jelita. Namun mereka tidak tahu siapakah wanita cantik jelita itu. Dan apa hubungannya dengan Raden Mas Danang Sutawijaya.
Namun justru karena mereka tidak tahu, maka setiap orang akan bisa mereka-reka sendiri tentang cerita itu. Dan bahkan dalam mereka-reka itu akan cenderung dilebih-lebihkan.
“Hayooo….., siapa nanti yang berani untuk pertama kali mengayunkan kapak di pohon besar itu……!” Tantang salah seorang dari mereka.
“Aku berani……!” Teriak lantang orang yang dikatakan berkerudung sarung sembunyi di pojok barak.
Namun mereka pun tertawa karena tahu bahwa orang itu penakut.

Yang terjadi di barak Papringan tak jauh berbeda dengan yang dialami oleh mereka yang berada di kawasan Kotagede. Walaupun mereka hanya mendengar sayup-sayup, namun tetap terasa mencekam juga. Justru karena tidak begitu jelas, mereka justru menafsirkan yang jauh dari kenyataan. Dan biasanya pula, semakin seseorang tidak secara jelas melihat atau mendengar, mereka akan mengarang cerita yang lebih seram.
Ki Ageng Giring telah menerima utusan Ki Ageng Mataram yang mengabarkan secara ringkas tentang peristiwa yang terjadi di kawasan Kotagede. Juga dikatakan bahwa gangguan sudah bisa diatasi. Pagi ini pula seluruh penghuni kawasan Kotagede telah siap untuk melanjutkan untuk melanjutkan babat Alas Mentaok dengan menebangi pohon-pohon yang terkena rencana bangunan atau alun-alun.
“Syukurlah…..! Semoga semua berjalan lancar…..! Dan kami yang berada di sini akan terus melanjutkan pembuatan jalan. Kami berharap dalam sepekan ke depan telah tembus sampai Kotagede walau belum selebar yang diharapkan…..!” Berkata Ki Ageng Giring.
Peristiwa semalam justru semakin menambah semangat mereka. Mereka ingin segera mewujudkan jalan itu sehingga bisa dilalui kereta atau pun gerobak. Diharapkan, nanti gerobak pengangkut bata dan genteng bisa melewati jalan itu.

Yang berada di kawasan Kotagede juga semakin bersemangat. Seperti rencana kemarin setiap kelompok sepuluh orang untuk menebang pohon satu persatu. Mereka telah menempatkan diri seperti kemarin sebelum terjadi peristiwa yang memilukan itu. Kini mereka tidak takut lagi akan terulangnya kejadian kemarin. Bahkan ada tekad untuk bersaing dengan kelompok lain. Hari itu mereka bisa menebang berapa pohon dan seberapa besar pohon itu. Namun mereka tidak hanya sekedar menebang, tetapi juga mengangkut gelondongan kayu itu keluar garis batas untuk pembuatan alun-alun.

Raden Mas Danang Sutawijaya bangga akan semangat mereka untuk mewujudkan kawasan itu menjadi sebuah permukiman yang maju. Walaupun kawasan itu telah dinamakan Kotagede, namun sama sekali belum berwujud sebuah permukiman yang layak. Kotagede merupakan harapan agar nantinya kawasan itu benar-benar menjadi sebuah kota yang besar.
Gambar kawasan yang ia buat akan menjadi pedoman pembangunan kawasan itu. Bahkan Raden Mas Danang Sutawijaya juga merencanakan sebuah beteng untuk pertahanan. Namun itu menjadi pilihan terakhir setelah semuanya tertata rapi.
………………
Bersambung………..
(@SUN-aryo)

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *