Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#493

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(493)
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Ketika Raden Mas Danang Sutawijaya sedang berlari-lari kecil terdekat gemerosak pohon tumbang yang kemudian berdebum. Sesaat kemudian terdengar tepuk tangan dan sorak sorai dari tempat tumbangnya pohon tersebut. Kelompok yang sebelumnya telah dibantu oleh Raden Mas Danang Sutawijaya dengan kapak yang besar itulah yang telah mampu merobohkan pohon besar yang pertama kali.
Dari tempat kelompok lain, Raden Mas Danang Sutawijaya mendengar namanya dielu-elukan oleh kelompok yang telah mampu merobohkan pohon yang pertama kali tadi.
“Jaya Raden Mas Danang….., jaya Raden Mas Danang….., jaya Raden Mas Danang…..!” Seru mereka bersahut-sahutan.
Rupanya mereka mengakui, berkat bantuan dari Raden Mas Danang Sutawijaya sebelumnya sehingga mampu merobohkan pohon paling cepat.
Kelompok lain yang tidak tahu permasalahannya heran, mengapa nama Raden Mas Danang Sutawijaya dielu-elukan.
Namun sesaat kemudian terdengar lagi gemerosak pohon tumbang dan kemudian _berdebum- menghantam tanah. Sorak sorai dan tepuk tangan meriah terdengar dari kelompok yang baru saja pohonnya tumbang. Dari kelompok itu kemudian juga terdengar nama Raden Mas Danang Sutawijaya dielu-elukan.
“Jaya Raden Mas Danang….., jaya Raden Mas Danang….., jaya Raden Mas Danang…..!” Seru mereka bersahut-sahutan seperti sebelumnya.
Kelompok lain semakin heran mengapa nama Raden Mas Danang Sutawijaya kembali dielu-elukan dari kelompok itu.

Raden Mas Danang Sutawijaya tersenyum mendengar namanya dielu-elukan. Namun lebih dari itu, Raden Mas Danang Sutawijaya bergembira karena usahanya berhasil mengangkat semangat kelompok yang telah dibantu. Yang lebih menggembirakan, mereka mengerjakan pekerjaan yang sesungguhnya berat itu dengan gembira.

Raden Mas Danang Sutawijaya melanjutkan dengan berlari-lari kecil kelompok berikutnya yang masih terdengar menebang pohon.
Namun kali ini Raden Mas Danang Sutawijaya tidak membantu mengayunkan kapak, tetapi berlari ke arah orang-orang yang sedang menarik tali dadang. Rupanya pohon yang sedang ditebang itu condong ke arah pohon lain. Jika tidak diarahkan, tentu pohon itu akan bersandar di pohon lain dan nanti tentu akan merepotkan dan dua kali kerja.
Raden Mas Danang Sutawijaya kemudian ikut menarik pohon besar itu dengan ikut menarik tali dadung.
Benar yang terjadi, sesaat kemudian terdengar pohon tumbang bergemeresak. Hampir saja pohon itu bersandar di pohon yang lain. Namun berkat bantuan Raden Mas Danang Sutawijaya yang menghentak tenaganya, akhirnya pohon itu bisa bergeser sehingga pohon itu roboh di samping pohon itu.
“Krosaaak…. krosaaak…. debuuum…..!”
Pohon besar pun tumbang.
Tepuk tangan dan sorak sorai riuh pun bergema di kelompok itu.
Dari kelompok itu, kemudian juga terdengar nama Raden Mas Danang Sutawijaya dielu-elukan.
“Jaya Raden Mas Danang….., jaya Raden Mas Danang….., jaya Raden Mas Danang…..!” Seru mereka tak kalah keras dari kelompok sebelumnya.

Kelompok lain yang belum tahu apa yang telah dilakukan oleh Raden Mas Danang Sutawijaya semakin heran. Mengapa setiap terdengar pohon tumbang, nama Raden Mas Danang Sutawijaya selalu dielu-elukan. Sementara mereka sedang berjuang untuk merobohkan sebatang pohon yang masih kurang beberapa jengkal lagi agar pohon itu roboh. Namun yang tinggal sejengkal itu sepertinya sulit, karena kesulitan menentukan sisi mana kapak harus diayunkan.
“Coba aku pinjam kapaknya……!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya yang telah berada di kelompok itu.
“Ooh Raden……! Itu tidak perlu Raden. Silahkan Raden melihat saja…..!” Berkata pimpinan kelompok yang tidak tahu bahwa Raden Mas Danang Sutawijaya telah melakukan di kelompok lain.
“Hanya untuk beberapa ayunan saja…!” Desak Raden Mas Danang Sutawijaya.
Akhirnya salah seorang dari mereka menyerahkan kapak kepada Raden Mas Danang Sutawijaya.
…………….
Bersambung………….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *