Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#502

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#502

penerus trah prabu brawijaya

(@SUN-aryo)
(502)
Mataram.
Seri Danang Sutawijaya.

“Claaaang…..!” Suara hantaman bodem ke batu sebesar kerbau itu.
Namun batu tidak pecah, apalagi hancur. Hanya sedikit luka keputihan.
Pimpinan kelompok itu kembali mengayunkan bodem besi besar itu. Kembali terdengar suara kemenclang beradunya batu dengan besi besar.
Namun batu hitam sebesar kerbau itu tetap tidak hancur.
“Sudahlah…..! Coba aku yang menghantam batu itu…..!” Pinta Raden Mas Danang Sutawijaya sambil meminta bodem besar itu.
Sejenak kemudian, Raden Mas Danang Sutawijaya telah bersiap untuk menghantam batu besar itu dengan bodem yang telah di tangan.
Sejenak Raden Mas Danang Sutawijaya memusatkan nalar budi dan kemudian menarik nafas dalam-dalam.
Semua yang menyaksikan pun ikut menahan nafas dalam-dalam pula, seakan mereka yang akan menghantam batu besar itu.
Sejenak kemudian semua orang yang menyaksikan terkejut dan berloncatan mundur.
“Praaaangkch…….!” Suara batu hancur disertai loncatan serpihan pecahan batu.
Sejenak mereka terperangah menyaksikan pangeram-eram yang tak terbayangkan.
Namun sesaat kemudian terdengar tepuk tangan meriah dan disusul teriakan mengelu-elukan nama Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Jaya Raden Sutawijaya……! Jaya Raden Sutawijaya……! Jaya Raden Sutawijaya…..!” Bersahut-sahutan.
Mereka benar-benar kagum akan kedahsyatan ilmu kanuragan dari Raden Mas Danang Sutawijaya.
Bahkan hampir semua yang tidak melihat langsung kejadian tersebut berlarian ke tempat batu besar yang hancur itu. Bagaimana mungkin batu hitam yang sangat keras dan sebesar kerbau itu hancur berkeping-keping sekali hantam.
Mereka terperangah dan ternganga.
Yang baru datang untuk melihat pun ikut mengelu-elukan nama Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Jaya Raden Sutawijaya……! Jaya Raden Sutawijaya……! Jaya Raden Sutawijaya……!” Menggema di tempat itu.

Sementara itu, para wanita yang berada di dapur heran. Ada apa kok nama Raden Mas Danang Sutawijaya selalu dielu-elukan. Mereka pun penasaran.
“Aku akan melihat apa yang terjadi…..!” Berkata seorang wanita muda.
“Aku juga akan melihat…..!” Yang lain tak mau ketinggalan.
“Eeee…….! Cepat kembali……!” Seru seorang wanita paruh baya yang tidak ikut berlari.
Beberapa wanita benar-benar berlarian menuju orang-orang yang berkerumun dan mengelu-elukan nama Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Ada apa Kang……?” Berkata seorang wanita sambil menyibak orang-orang yang berkerumun.
“Eeee….., sambelnya gosong. Kok ditinggal itu bagaimana…..?” Seloroh seorang pria.
Yang lain pun tertawa karena itu hanyalah canda.
“Hanya batu hancur itu yang dilihat…..! Kon bersorak-sorai ada apa…..?” Bertanya seorang wanita yang tidak tahu kejadiannya.
“Serpihan batu itu jika dimasak bisa empuk lho Yu……!” Canda pria lainnya.
Mereka kembali tertawa.
Wanita-wanita itu masih terbengong.
“Batu sebesar kerbau itu, dihantam bodem oleh Raden Mas Danang Sutawijaya sekali hantam langsung hancur…..!” Berkata seorang pria paruh baya yang tak tega para wanita itu terbengong-bengong.
“Haaaah…..! Sekali hantam hancur…..?”
Berkata wanita itu keheranan.
Yang lain pun ternganga keheranan.
Pria wanita semua mengagumi Raden Mas Danang Sutawijaya.
Salah seorang wanita kemudian mengambil serpihan batu yang berada di dekatnya. Kemudian is berlari kembali ke dapur.
“Eeee…., batu itu mau dimasak Yu…..?” Seloroh seorang pria.
Namun wanita itu tidak menjawab dan tetap berlari diikuti oleh para wanita yang lain.
Namun para lelaki itu kemudian juga kembali ke tempat mereka mengerjakan pembuatan jalan di tempat semula.
Mereka bertambah semangat setelah mengetahui kedahsyatan ilmu dari Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Pantas usus Harya Penangsang yang sakti mandraguna itu terbuai keluar dari perut terkena tombak Kiai Plered……!” Berkata seorang pria teringat cerita tentang tewasnya Harya Penangsang raja Jipang.
…………….
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *