Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#504

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(504)
Mataram.
Seri Danang Sutawijaya.

Sementara itu, Panjang harus segera menyusun kekuatan untuk menghadapi kadipaten-kadipaten yang belum setia kepada Pajang. Tiga kadipaten yang akan menjadi kekuatan utama dari pasukan Pajang. Kadipaten-kadipaten itu ialah Jepara yang dipimpin oleh Kanjeng Ratu Kalinyamat, Pati yang dipimpin oleh Ki Penjawi dan Madiun yang dipimpin oleh adipati Rangga Jumena alias Pangeran Timur. Dan tentu saja pasukan besar dari Pajang. Sedangkan kadipaten-kadipaten lain yang bisa diharapkan, walau tidak terlalu besar adalah Ngawi, Sukawati dan Demak. Gabungan dari kadipaten-kadipaten itu tentu akan menjadi pasukan yang kuat. Namun demikian, Kanjeng Sultan merasa ada yang kurang. Ki Patih Mandaraka, Ki Pemanahan dan Raden Mas Danang Sutawijaya sungguh dirindukan oleh Kanjeng Sultan Hadiwijaya. Tidak ada yang bisa menggantikan peran mereka.
Namun demikian tidak mungkin untuk menyusul mereka ke Alas Mentaok. Mereka pasti berdalih untuk mewujudkan Alas Mentaok menjadi sebuah pemukiman.

Sementara itu, di Kotagede terdengar sorak sorai. Mereka bergembira ria karena pembuatan jalan dari Papringan telah tembus ke Kotagede. Bahkan telah tembus ke alun-alun. Hampir berbarengan, pembuatan alun-alun pun juga sudah selesai, tinggal meratakan tanah yang luas itu. Kini pohon beringin tua benar-benar berada di tengah alun-alun. Beringin tua yang sangat rimbun itu kini yang menjadi tempat berteduh.
Sedangkan jalan telah terbangun melingkar berbentuk persegi empat yang telah tepung gelang. Dari Alun-alun ke timur sampai Wiyara, kemudian belok ke kiri sampai Karanglo, belok ke kiri ke arah matahari terbenam akan sampai di Papringan, dari Papringan ke arah selatan akan sampai di Kotagede.
Selesainya pembangunan jalan itu jauh lebih cepat dari perkiraan semula. Itu semua tak lepas dari peran Raden Mas Danang Sutawijaya yang selalu ikut bersama mereka. Raden Mas Danang Sutawijaya pun tak pernah istirahat kecuali saat makan siang. Kehadiran Raden Mas Danang Sutawijaya menambah semangat dan gairah para pekerja. Lagi pula, yang dikerjakan oleh Raden Mas Danang Sutawijaya bisa menggantikan lebih sepuluh orang biasa.

Besuk semua yang berada di barak Papringan akan pindah ke Kotagede. Namun barak itu tidak dibongkar, tetapi biar tetap berdiri seperti yang berada di Kotagede.
Besuk sebagian akan melanjutkan penyelesaian alun-alun. Yang lain akan membangun pemukiman. Yang lain lagi akan menyiapkan pembangunan pendapa yang tak jauh dari alun-alun. Pendapa itu telah dirancang oleh Raden Mas Danang Sutawijaya layaknya sebuah sitihinggil sebuah keraton. Untuk pembangunan pendapa bisa menggunakan kayu wadang atau kayu mahoni yang sudah sangat tua di hutan itu yang tak kalah baiknya dengan kayu jati. Banyak juga kayu sono keling yang hitam legam sangat bagus. Bahan bangunan tak akan kekurangan.
Raden Mas Danang Sutawijaya kemudian teringat pesanannya batu bata dan genting di daerah Berja. Terutama batu bata segera dapat digunakan.
“Besuk aku akan ke Berja. Jalan juga sudah bisa dilewati gerobak dan kereta sampai di tempat ini…….!” Batin Raden Mas Danang Sutawijaya.

Raden Mas Danang Sutawijaya tak ingin menunda-nunda pekerjaan. Sebelum matahari terbit, ia telah meninggalkan Kotagede untuk menuju ke Berja. Sebelumnya ia telah berpamitan kepada para pinisepuh.
Ketika Raden Mas Danang Sutawijaya sampai di Papringan, mereka juga sedang bersiap berpindah ke Kotagede.
“Sepagi ini sudah akan pergi, Raden…..?” Bertanya Ki Ageng Giring.
“Benar Paman……! Akan ke Berja untuk menagih pesanan batu bata dan genteng……!” Jawab Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Baiklah…..! Gerobak sudah bisa sampai di Kotagede. Apalagi jalannya menurun……!” Berkata Ki Ageng Giring.
“Mohon pamit mumpung hari masih pagi……!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
……………
Bersambung………..
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *