Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#510

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(510)
Mataram.
Seri Danang Sutawijaya.

Dua orang lainnya yang ikut mendorong dari belakang juga mulai membatin. Ketika dua orang kawannya melepaskan diri, sepertinya laju gerobak tidak terpengaruh. Salah seorang dari mereka juga mengendurkan dorongan. Laju gerobak sedikit terganggu, namun tetap melaju. Terlihat orang muda itu mengerahkan tenaganya sehingga gerobak kembali melaju lancar. Namun empat orang yang mendorong dari belakang itu kembali menempatkan diri. Tetapi kini telah yakin bahwa putra petinggi Mataram itu memang tidak sewajarnya. Mereka yakin, bila orang muda itu melepaskan diri, bisa-bisa gerobak akan mundur.
Namun akhirnya gerobak sampai juga di atas, di jalan yang landai.
Tiba-tiba empat orang yang ikut mendorong dari belakang bertepuk tangan.
“Raden…..! Raden sungguh luar biasa. Tanpa bantuan Raden tentu kami sudah kelelahan……!” Berkata salah seorang dari mereka.
“Sudahlah……! Jika capai silahkan beristirahat…..!” Jawab Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Kami tidak capai, Raden…..! Semestinya Raden yang capai….!” Jawab salah seorang dari mereka.
“Kami malu, Raden…..! Raden adalah pembeli dan kami adalah penjual….! Semestinya Raden cukup menyaksikan saja…….!” Berkata penjual batu bata dan genteng itu.
“Tidak apa-apa, ini juga kebutuhanku, kita saling bantu membantu. Lagi pula aku tidak merasa capai. Marilah jika ingin melanjutkan lagi aku bantu……!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
Mereka bertambah bersemangat dan kemudian beberapa orang bergantian dengan yang lain. Bahkan para bajingan – pengendali gerobak pun ikut serta menggantikan mereka yang telah capai.
Mereka tadi yang hanya menyaksikan juga bisa melihat bahwa peran dari orang muda itu sangat besar. Dan kini semua yakin bahwa yang mengaku bernama Mas Danang itu memang luar biasa.

Gerobak yang ke lima telah siap untuk melaju naik. Mereka seperti sebelumnya, empat orang menarik dadung, enam orang di samping kiri-kanan gerobak, empat orang mendorong dari belakang dan menjadi lima ketika Raden Mas Danang Sutawijaya berada di tengah. Dan dua orang siap mengganjal roda agar tidak meluncur mundur. Sementara itu seorang mengendalikan sapi yang rupanya pemiliknya.
“Yuuuuk tarik……!” Aba-aba dari atas, salah seorang yang menarik dadung.
“Yuuuuk……!” Mereka berseru serentak menyahut.
Dan kini tampa aba-aba ‘holobis kuntul baris’ lagi karena laju gerobak telah lancar.
Sapi-sapi pun sepertinya tidak terlalu membawa beban berat.
Seperti sebelumnya, gerobak pun lancar sampai di atas. Dan mereka kembali bertepuk tangan meriah.
Tak disadari ada beberapa orang lain yang akan lewat jembatan itu ikut menyaksikan. Demikian pula orang-orang yang rumahnya tak jauh dari jembatan itu berdatangan karena mendengar beberapa kali banyak orang bertepuk tangan.
Mereka belum menyadari apa yang terjadi. Mereka belum tahu kelebihan dari salah seorang di antara para pendorong gerobak itu.

Kini gerobak yang ke enam telah siap pula. Mereka menempatkan diri seperti sebelumnya. Namun ada beberapa orang yang bergantian.
Gerobak pun lancar sampai di atas di jalan yang landai.
Mereka kembali bertepuk tangan meriah.
Namun demikian, mereka yang menonton belum menyadari bahwa satu orang dari para pendorong itu memiliki tenaga yang luar biasa.
Mereka mengira semua berjalan sewajarnya.

Gerobak yang ke tujuh telah siap.
Mereka juga telah menempatkan diri seperti semula. Beberapa orang juga telah bergantian, hanya Raden Mas Danang Sutawijaya yang tetap di tengah di belakang gerobak. Ia memang sengaja di tengah agar gerobak tidak oleng.
Seperti sebelumnya, gerobak mulai melaju naik.
Namun ketika di tengah tanjakan, Raden Mas Danang Sutawijaya sayup-sayup mendengar derap kaki-kaki kuda dari belakang. Ia menduga kira-kira tiga atau empat ekor kuda. Namun Raden Mas Danang Sutawijaya tetap terus ikut mendorong gerobak-gerobak itu.
……………..
Bersambung………..
(@SUN-aryo)

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *