Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#589

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#589

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(589)
Mataram.
Seri Danang Sutawijaya.

Penumpang yang lain pun juga sudah berloncatan turun. Mereka juga kagum dengan yang mereka saksikan. Mereka tadi mendengar bahwa nama Raden Mas Danang Sutawijaya disebut. Mereka juga pernah mendengar cerita tentang nama Raden Mas Danang Sutawijaya yang mampu membunuh Harya Penangsang di Jipang. Dan kini mereka bisa melihat secara langsung orang dalam kisah tersebut. Mereka masih menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Dalam pada itu, Raden Mas Danang Sutawijaya masih terlihat berbincang dengan tiga orang yang diringkusnya. Namun mereka yang di tepian tidak mendengar apa yang diperbincangkan.
Namun tiba-tiba Raden Mas Danang Sutawijaya melambaikan tangan ke arah orang-orang yang berada di tepian agar mendekat. Bahkan Raden Mas Danang Sutawijaya sepertinya secara pribadi melambaikan tangan kepada pemuda tampan berwajah tenang dan pemuda bertubuh tambun. Kedua orang itu segera tanggap dan kemudian berlari kecil menghampirinya.
“Kemarilah sahabat, aku mengenali kalian, jika aku tidak salah kalian berdua adalah murid orang bercambuk…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya setengah dua orang itu dekat.
Raden Mas Danang Sutawijaya memang pernah mendengar cerita dari Ki Ageng Giring dan juga dari Ki Juru Martani tentang seorang yang sebaya dengan Ki Juru Martani yang bersenjata cambuk dan memiliki dua orang murid yang bercambuk pula.
Dari perbincangan di atas perahu tadi, Raden Mas Danang Sutawijaya yakin akan pendengarannya bahwa para penunggang kuda tersebut dari tanah Perdikan Menoreh yang akan pergi ke Sangkalputung. Lagi pula ia melihat salah seorang wanitanya rambut sinomnya masih terlihat dipotong rapi. Itu pertanda bekas paes seorang pengantin baru. Ia juga mendengar bahwa Ki Gede Menoreh baru saja menyelenggarakan mantu pernikahan untuk putrinya. Lagi pula, Raden Mas Danang Sutawijaya sempat melihat seuntai cambuk melingkar di pinggang pemuda yang bertubuh tambun. Ia yakin bahwa cambuk itu bukan sembarang cambuk untuk mengendali kuda, tetapi merupakan senjata andalan. Walau ia tidak melihat cambuk dari pemuda yang seorang, mungkin karena tertutup rapi di balik bajunya.
“Maaf….., kami juga mengenali Raden sebagai putra Kanjeng Sultan Hadiwijaya di Pajang……!” Jawab pemuda tampan yang berwajah tenang.
“Ooo….., baiklah. Aku tidak akan ingkar bahwa akulah dia itu…..!” Jawab Raden Mas Danang Sutawijaya.
Pemuda yang bertubuh tambun yang semula ragu, kini menjadi yakin akan kata-kata saudaranya itu sebelumnya.
“Jika demikian, kita bisa bersahabat…..! Namun yang paling penting adalah tentang tiga orang ini…..! Tiga orang ini mengaku pelarian dari Sangkalputung…..!” Lanjut Raden Mas Danang Sutawijaya.
Pemuda yang berwajah tambun itu sedikit memerah wajahnya. Kemudian ia mendekati tiga orang tersebut.
“Bukan…..! Pasti bukan dari dari Sangkalputung…..! Aku hampir mengenali semua prajurit pengawal kademangan Sangkalputung……!” Sanggah pemuda tambun itu.
“Heee…..! Kalian jangan berbohong…..! Jika kalian dari Sangkalputung tentu kalian mengenal aku…..! Sebut siapa aku…..!” Bentak pemuda bertubuh tambun itu.
Namun ketiga orang itu tidak menjawab karena memang tidak tahu.
“Heee….. jawab…..! Jangan mencatut nama Sangkalputung……!” Bentak pemuda bertubuh tambun lagi.
Tiga orang yang masih jeri karena dengan mudah dilumpuhkan oleh hanya seorang yang melempar dengan batu itu tak ingin ingkar jika tidak ingin lebih menderita. Karena tadi tanpa sempat memberi perlawanan, ketiga orang tersebut tiba-tiba telah ditotok simpul sarafnya sehingga mereka tak berdaya.
“Ayo jawab……! Kalian dari mana…..! Kalian pasti akan merampok kuda dan barang bawaannya itu…! Jawab…..!” Bentak pemuda bertubuh tambun.
……………….
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *