Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#595

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(595)
Mataram.
Seri Danang Sutawijaya.

Mereka segera menyerahkan kuda-kuda kepada penjaga yang mengurusi kuda.
“Sekalian diguyang dan diberi pakan, Paman….!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Baik Den….!” Berkata pelayan itu singkat. Namun pelayan itu sempat memperhatikan Raden Mas Danang Sutawijaya. “Sepertinya aku pernah melihat pemuda tampan itu. Tetapi kapan dan di mana aku lupa. Sepertinya bukan pelanggan warung ini.” Batin pelayan itu.
Raden Mas Danang Sutawijaya dan kawan-kawan seperjalanannya segera masuk ke dalam warung.
Raden Mas Danang Sutawijaya masih mengenali Mbok Bakul pemilik warung. Namun ada orang baru yang ikut melayani di warung itu.
“Mau pesan apa Den….?” Sapa pelayan warung itu.
“Ya tentu brongkos empat porsi dan wedang jahe empat cangkir pula…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
Mereka pun kemudian di layani seperti pelanggan yang lain.
Tiga orang yang bersama Raden Mas Danang Sutawijaya itu sesungguhnya canggung juga. Karena mereka adalah tawanan yang ingin mencuri kuda dan perbekalan. Namun kini mereka justru diajak mampir di sebuah warung.
Namun sepertinya Raden Mas Danang Sutawijaya bersikap biasa saja, sehingga salah seorang dari mereka memberanikan diri bertanya.
“Bagaimanakah rencana Raden terhadap perguruan Bukit Tidar itu….? Apakah kami akan diserahkan kepada mereka….?”
Raden Mas Danang Sutawijaya justru tersenyum, kemudian katanya; “Akan aku temui pimpinan perguruan itu….! Kita tidak perlu bermusuhan tetapi saling bekerjasama….!”
“Tetapi pimpinan perguruan itu sangat ganas, tidak bisa diajak berembuk……!” Dalih orang itu.
“Tentu ada caranya sendiri untuk membuat orang itu bisa diajak berembuk…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Boleh tahu cara apakah itu, Raden…..?” Bertanya yang lainnya.
Raden Mas Danang Sutawijaya kemudian menceritakan rencananya. Rencana yang sungguh sangat berbahaya bagi Raden Mas Danang Sutawijaya sendiri menurut orang-orang itu. Karena mereka tahu bahwa penghuni bukit Tidar itu adalah orang-orang yang tidak bisa diajak berembuk dan orang-orangnya ganas dan pimpinan gerombolan itu berilmu tinggi. Namun orang-orang itu juga pernah mendengar cerita tentang Raden Mas Danang Sutawijaya yang mampu membunuh Harya Penangsang. Dan mereka pun telah merasakan bagaimana dengan mudah diringkus oleh orang muda itu.
“Raden…..! Pimpinan penghuni bukit Tidar itu seorang yang berilmu tinggi dan sangat kejam…..!” Orang itu mengingatkan.
“Yaaa….., aku pernah mendengar cerita tentang gerombolan Bukit Tidar….! Siapa kah pimpinan Bukit Tidar itu sekarang…..?” Bertanya Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Ki Sima Dangsa, Raden…..!” Berkata orang itu.
“Apakah ada hubungan dengan Ki Sima Lodra zaman Demak dahulu….?” Bertanya Raden Mas Danang Sutawijaya yang pernah mendengar cerita tentang perguruan Bukit Tidar pada zaman dahulu.
Raden Mas Danang Sutawijaya pernah mendengar cerita itu dari Kanjeng Sultan Hadiwijaya sendiri yang juga sebagai ayah angkatnya dan juga gurunya. Seorang guru biasa menceritakan kisah-kisah petualangan yang pernah mereka alami. Demikian juga Jaka Tingkir muda yang pernah mengembara sampai di bukit Tidar itu. Diceritakan, bahwa dahulu bukit Tidar itu dikuasai oleh sepasang suami-istri istri yang ganas dan kejam, Sima Lodra.
“Benar Raden, Sima Dangsa adalah anak dari pasangan Sima Lodra itu…..!”
Jawab salah seorang dari mereka.
“Baiklah aku ingin berkenalan dengan mereka. Mataram harus menjalin persahabatan dengan tetangga di sekitarnya…..!” Dalih Raden Mas Danang Sutawijaya.
Mereka hanya bisa mengangguk- angguk tak bisa mengerti cara yang akan ditempuh oleh Raden Mas Danang Sutawijaya itu karena sangat berbahaya. Dan sangat berbahaya pula bagi mereka bertiga. Mereka telah merasakan keganasan gerombolan itu ketika menyerbu perguruan Kaliangkrik.
……………..
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *