Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#606

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#606

penerus trah prabu brawijaya

Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(606)
Mataram.
Seri Danang Sutawijaya.

Raden Mas Danang Sutawijaya mengetahui bahwa di balik semak belukar dan gerumbul perdu ada orang-orang yang mengawasi. Bahkan di balik pepohonan dan juga ada yang di atas pohon mengawasi perjalanan mereka.
“Memang cukup banyak Paman yang mengawasi kita…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Sekarang yang berada di belakang telah mengikuti kita…..!” Jawab Ki Demang Mungkid.
“Kita seakan tidak mengetahui saja. Sepertinya kita telah dikepung…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Dahulu jika kami datang tidak disambut seperti ini. Memang diawasi tetapi tidak dikepung seperti ini……!” Berkata Ki Demang Mungkid.
“Mungkin karena baru saja berseteru dengan perguruan Kaliangkrik jadi harus selalu bersiaga…..!” Lanjut Ki Demang Mungkid.
“Kita lanjutkan saja perjalanan kita. Biarlah mereka mengepung kita…..!” Jawab Raden Mas Danang Sutawijaya.

Dalam pada itu, Ki Singa Dangsa dan Nyi Singa Dangsa sudah menerima laporan bahwa yang datang ada enam orang. Salah satu di antara mereka adalah Ki Jagabaya Mungkid karena mudah dikenali dengan kumisnya yang tebal. Namun kemudian datang lagi seseorang yang melaporkan bahwa di antara mereka ada Ki Demang Mungkid juga.
“Ada apa mereka datang ramai-ramai? Biasanya Ki Demang hanya berdua atau paling bertiga…..!” Berkata Ki Singa Dangsa.
“Siapa pun mereka, jika ingin mengusik keberadaan kita harus kita lawan. Jika kademangan Mungkid mencari gara-gara kita gempur sekalian. Kiai bisa menjadi seorang demang dan aku menjadi Nyi Demang……! Ha ha ha ha ha……!” Berkata Nyi Singa Dangsa sambil tertawa.
“Bisa juga Nyi……! Mereka datang memang ingin menyerahkan jabatan Demang…..!” Sahut Ki Singa Dangsa.
“Nanti aku urus si Jagabaya, sedangkan Ki Demang menjadi urusan Kiai……! Segores kuku baja ini cukup untuk melumpuhkan si kumis tebal itu…..!” Berkata Nyi Singa Dangsa.
“Itu mudah bagi kita…..! Biarlah kita tunggu mereka…..! Setelah ini nanti kita urus Lembah Merapi Merbabu…..!” Berkata Ki Singa Dangsa.

Namun yang dinanti akhirnya datang juga. Enam orang telah melangkah memasuki halaman pendapa perguruan Bukit Tidar.
“Heeee…..! Yang seorang anak muda yang gagah dan berotot, Kiai……!” Bisik Nyi Singa Dangsa.
“Jangan sembarangan memuji orang Nyi…..! Biar nanti aku rusak wajahnya. Apakah kau masih akan memuji orang di hadapanku…..?” Berkata Ki Singa Dangsa dengan muka masam.
“Aku percaya tak akan ada orang yang akan mampu menandingi Kiai…..!” Puji Nyi Singa Dangsa agar suaminya tidak marah.
“Kau masuklah dahulu. Biar aku temui sendiri…..!” Berkata Ki Singa Dangsa dengan ketus.
Nyi Singa Dangsa segera beringsut masuk.

“Kulanuwun…., permisi Kiai…..!” Sapa Ki Demang setelah sampai di pendapa yang terbuka tanpa pintu.
“Silahkan naik Ki Demang dan kisanak sekalian…..!” Jawab Ki Singa Dangsa tanpa bangkit dari tempat duduknya.
Mereka kemudian masuk dan dipersilahkan duduk di kursi yang telah tersedia di pendapa yang cukup luas itu.
Seperti kebiasaan yang berlaku, mereka kemudian saling berkabar keselamatan.
“Sudah lama Ki Demang tidak berkunjung ke Bukit Tidar. Dan sekarang banyak teman…..!” Berkata Ki Singa Dangsa kemudian.
“Ya Ki Singa…..! Di samping ingin berkunjung ke tempat sahabat. Aku juga mengantarkan tamu agung Ki……!” Berkata Ki Demang Mungkid.
“Heee……! Tamu agung……?” Jawab Ki Singa Dangsa.
Ki Demang kemudian memperkenalkan mereka yang bersamanya.
“Ki Singa tentu tidak lupa dengan kumis tebal ini……!”
“Ha ha ha ha……, tentu tidak. Kecuali kumisnya dicukur, pasti akan banyak yang pangling…..!” Seloroh Ki Singa Dangsa.
Mereka pun tersenyum mendengar canda dari Ki Singa Dangsa. Bahkan Ki Jagabaya sendiri sampai tertawa terkekeh.
Kemudian Ki Demang Mungkid melanjutkan; “Sedangkan beliau berempat ini dari Mataram……!”
“Heee……! Mataram…..?” Berkata Ki Singa Dangsa.
……………..
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo di Youtube.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *