Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#618

penerus trah prabu brawijaya

Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(618)
Mataram.
Seri Danang Sutawijaya.

Raden Mas Danang Sutawijaya kemudian melanjutkan.
“Tentu saja Mataram juga ingin bersahabat dengan Lembah Merapi Merbabu…..!”
“Oooh….., tentu dengan senang hati kami akan menyambutnya. Bukankah Raden pula yang melumpuhkan para perampok yang berkandang di lereng Merapi…..? Dua orang diantaranya telah bergabung dengan kami. Mereka telah bercerita tentang Raden ketika di tepi kali Krasak…..!” Berkata Ki Sura Patil.
“Baiklah…..! Suatu saat aku akan berkunjung ke Lembah Merapi Merbabu…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
Kemudian Ki Sura Patil mendekati Ki Singa Dangsa yang sedang merawat Nyi Singa Dangsa.
“Kakang Dangsa…..! Maafkan aku. Lupakan permusuhan kita. Mulai sekarang kita jalin persahabatan seperti dengan Mataram…..!”
“He he he he he……! Baru kali ini aku mendengar Iwak Lele minta maaf. Tetapi aku senang mendengarnya. Aku pun belum pernah minta maaf kepada siapapun, he he he he…..!” Seloroh Ki Singa Dangsa.
“Kademangan Mungkid juga akan menjalin persahabatan dengan Mataram. Dan suatu saat kami akan berkunjung ke Kotagede yang konon sudah menjadi semakin ramai….!” Ki Demang Mungkid menyela.
“Perguruan Kaliangkrik juga akan bersahabat dengan Mataram. Maaf Ki Singa Dangsa, sebenarnya kami bertiga ini bagian dari perguruan Kaliangkrik yang telah dihancurkan oleh para murid Bukit Tidar. Tetapi kami pun telah disadarkan oleh Raden Mas Danang Sutawijaya ini…..!” Berkata salah seorang dari perguruan Kaliangkrik.
“He he he he….., di Bukit Tidar yang sangar ini ternyata telah terjalin persahabatan yang indah. Dengan demikian kawasan lereng Merapi Merbabu ini tentu akan aman dan sejahtera……!” Ki Jagabaya yang menyela.
“Memang sebaiknya kita saling bersahabat, lupakan perselisihan, galang kerjasama yang saling menguntungkan. Mataram akan selalu siap membantu… !” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.

Mereka, para murid perguruan Bukit Tidar yang masih melingkari halaman padepokan itu tidak mendengar apa yang mereka perbincangkan. Namun wajah-wajah cerah dan bahkan terlihat mereka tersenyum membuat mereka tenang.
Kemudian mereka melihat Raden Mas Danang Sutawijaya mendekati Nyi Singa Dangsa.
“Maaf Nyi……, mungkin tendangan-ku terlalu keras sehingga membuat memar kaki Nyai. Atau jika membuat tulang kaki Nyai retak tentu perlu perawatan khusus……!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Raden tidak bersalah, jika tendangan Raden diarahkan ke lambung, aku tentu sudah muntah darah dan tak tertolong.
Ilmu Raden yang terlalu tinggi bagi kami. Aku sudah melindungi diri dengan ilmu kebal-ku namun tak mampu bertahan. Aku setuju dengan Kakang Singa bahwa Bukit Tidar harus bersahabat dengan Mataram…..!” Berkata Nyi Singa Dangsa.
“Matahari telah jauh condong ke barat. Aku harus segera melanjutkan perjalanan ke Kedu untuk bertemu dengan Adipati Kedu…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya yang tak ingin bermalam di Bukit Tidar.
“He he he he……, sebaiknya Raden dan seluruh tamu-ku bermalam di Bukit Tidar ini, he he he he…..!” Berkata Ki Singa Dangsa.
“Terimakasih Ki. Lain kali aku akan berkunjung ke Bukit Tidar ini……!” Jawab Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Kami, aku dan Ki Jagabaya juga akan minta pamit, Ki…..!” Berkata Ki Demang Mungkid.
“He he he he….., kami – aku dan para pengikut-ku juga akan minta pamit. Mulai sekarang tidak ada lagi perseteruan antara Lembah Merapi Merbabu dengan Bukit Tidar……!” Berkata Ki Sura Patil yang datang bersama para pengikutnya.
“Nanti Raden pasti kemalaman dalam perjalanan. Aku mohon Raden singgah di Kaliangkrik saja…..!” Berkata salah seorang murid perguruan Kaliangkrik.
“Baiklah, sekarang juga aku mohon diri, Ki dan Nyi Singa Dangsa. Juga kepada Ki Sura Patil dan terimakasih kepada Ki Demang Mungkid dan Ki Jagabaya. Semua aku tunggu kunjungannya ke Mataram……!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
……………..
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo di Youtube atau di Facebook.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *