Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#619

penerus trah prabu brawijaya

Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(619)
Mataram.
Seri Danang Sutawijaya.

Tiba-tiba Ki Singa Dangsa berdiri dan berbicara keras.
“Hee….., kalian semua murid Bukit Tidar, ayo beri hormat kepada putra Mataram…..! Kita akan bersahabat dengan Mataram…..!”
Mereka semua berdiri dan kemudian membungkuk memberi hormat kepada Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Hayo diberi jalan…..!” Teriak Ki Singa Dangsa lagi.
Mereka pun kemudian menyibak memberi jalan mereka yang akan lewat.
Raden Mas Danang Sutawijaya, Ki Demang Mungkid, Ki Jagabaya dan tiga orang murid perguruan Kaliangkrik kemudian lewat. Demikian pula menyusul kemudian Ki Sura Patil yang diikuti oleh beberapa pengikutnya.
Mereka segera meninggalkan halaman pendapa Bukit Tidar.
Mereka semua senang karena tidak ada korban jiwa dan berakhir dengan baik bagi semua.
Sebelumnya mereka mengira akan terjadi pembantaian, entah pihak mana yang akan menjadi korban. Namun yang terjadi adalah kesepakatan untuk bersahabat bagi mereka.
Hampir semua memuji dan kagum kepada orang muda yang ternyata adalah Raden Mas Danang Sutawijaya. Ia adalah putra angkat Kanjeng Sultan Hadiwijaya di Pajang yang telah kondang mampu membunuh Harya Penangsang di Jipang. Ia sekarang yang sedang membangun negeri Mataram.
Ki Singa Dangsa, Nyi Singa Dangsa dan Ki Sura Patil tidak merasa jatuh harga dirinya telah dikalahkan oleh orang yang memang sulit dijajagi ketinggian ilmunya.
“Tidak usah berkecil hati atas kekalahan tadi Nyi…..!” Berkata Ki Singa Dangsa.
“Aku sendiri heran, mengapa aku begitu mudah ditundukkan oleh orang muda itu….! Kuku-kuku bajaku sama sekali tak berarti bagi putra Mataram itu Ki……!” Berkata Nyi Singa Dangsa.
“Aku juga demikian, rasanya aku belum sempat mengerahkan ilmu puncak, namun sudah tak berdaya. Jika beradu ilmu puncak, aku tentu sudah tewas…..!” Sahut Ki Singa Dangsa.
“Sungguh bijaksana cara ia mengalahkan kita-kita ini, tidak ada pembunuhan…..!” Lanjut Nyi Singa Dangsa.
“Suatu saat kita mesti berkunjung ke Mataram, Nyi….!” Berkata Ki Singa Dangsa.
“Tetapi tentu tidak dalam waktu dekat, setelah kakiku ini pulih….!” Berkata Nyi Singa Dangsa kemudian.
“Seandainya Den Mase Danang tadi mengerahkan ilmunya, kakimu tentu sudah remuk, Nyi…..!” Berkata Ki Singa Dangsa.
“Benar Ki…..! Kakinya seperti wesi gligen – besi batangan. Seandainya orang muda itu ingin membunuh kita tentu tak akan kesulitan….!” Lanjut Nyi Singa Dangsa.
“Seandainya kita seperti dia, kita pasti sudah membantai siapa pun……!” Berkata Ki Singa Dangsa.
“Benar Ki…..! Semoga kejadian tadi bisa menjadi pelajaran bagi kita…..!” Lanjut Nyi Singa Dangsa.
“He he he he……., kau kok sekarang menjadi orang bijak Nyi…..! Belum pernah aku mendengar kau berkata seperti itu…..! He he he he…..!” Seloroh Ki Singa Dangsa.
“Sebaiknya kita membuka lembaran baru dalam berkeluarga Ki…..! Bukit Tidar dan sekitarnya ini bisa kita kembangkan menjadi tempat pertanian dan peternakan, Ki…..!” Berkata Nyi Singa Dangsa.
“Sudahlah…..! Mari kita masuk ke bangsal…..! Nanti kita bicarakan lagi….!” Berkata Ki Singa Dangsa.

Dalam pada itu, para murid perguruan Bukit Tidar tidak segera meninggalkan halaman. Mereka masih bergerombol berbincang di antara mereka. Mereka masih memperbincangkan kejadian yang baru saja mereka saksikan.
“Aku masih belum mengerti, bagaimana selembar kain udeng bisa menjadi seperti selempeng baja…..!” Berkata salah seorang dari mereka.
“Ilmu yang sudah sangat jarang kita dengar, tetapi ternyata masih ada…..!” Sahut yang lain.
“Aku pernah mendengar bahwa yang namanya Ki Juru Martani itu yang memiliki ilmu itu…..! Itu hanya kata orang…..!” Sahut yang lain.
“Aku pernah nonton sayang, Ki Patih Udawa yang juga sebagai demang Widarakandang itu juga bersenjatakan udeng……!” Berkata yang lain lagi.
“Orang-orang yang kita anggap tidak terkalahkan, ternyata dengan mudah ditundukkan oleh orang Mataram itu…..!” Sahut yang lain.
……………..
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo di Youtube atau di Facebook.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *