Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#678

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#678

penerus trah prabu brawijaya

Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(678)
Mataram.
Seri Panembahan Senopati.

Gusti Putri Sekar Kedaton masih berpesan.
“Hati-hati jangan sampai ada orang lain yang tahu……!”
“Baik Gusti Putri……!” Jawab abdi tersebut dengan perasaan tidak enak.
Di malam yang dingin itu mungkin wedang jahe sere yang panas lebih cocok. Namun abdi itu masih berpikir karena harus menyediakan untuk dua orang dan tidak diketahui oleh orang lain.

Sementara itu, Nyi Tumenggung Mayang gelisah, sampai lewat tengah malam putranya belum kembali. Sesungguhnya Raden Pabelan tidak pulang ke rumah sampai beberapa hari pun sudah biasa. Dan biasanya pula Nyi Tumenggung Mayang tidak gelisah. Tetapi malam itu ia tidak bisa segera tidur karena memikirkan putranya itu. Justru karena ia tahu bahwa putranya berpamitan akan ke keputren.
“Ke mana anak itu…..? Apakah ia kemudian pergi ke lain tempat….? Atau Jangan-jangan ia bermasalah dengan prajurit jaga….?” Batin Nyi Tumenggung Mayang. Ia sama sekali tidak memikirkan bahwa putranya sekarang sedang di dalam keputren. Bahkan bisa bertemu dengan Gusti Putri Sekar Kedaton pun hampir tidak mungkin.
“Sudah lewat tengah malam belum tidur Nyi…..?” Bertanya Ki Tumenggung Mayang.
“Pabelan selalu terpikirkan…..!” Berkata Nyi Tumenggung Mayang.
“Aaah….., sudahlah…..! Bukankah sudah terbiasa dia tidak pulang….? Mungkin ia berkumpul dengan teman-teman prianya. Atau ia langsung ke tempat berguru olah kanuragan…..!” Berkata Ki Tumenggung Mayang.
“Memang dia sering tidak pulang tanpa pemberitahuan, tetapi aku tidak tahu, mengapa perasaan ini tidak enak…..!” Jawab Nyi Tumenggung Mayang.
“Sudahlah….., ayolah tidur. Yang sekarang kau pikirkan belum tentu memikirkan kau juga…..! Lagi pula dia sudah dewasa pasti bisa membawa diri…..!” Berkata Ki Tumenggung Mayang.
Nyi Tumenggung Mayang tidak menjawab. Namun tidak mudah untuk mengabaikan begitu saja perasaan tidak enak tentang putranya yang ia lahirkan. Sedangkan Ki Tumenggung Mayang telah kembali tidur nyenyak.

Sementara itu, abdi keputren setengah baya yang tahu bahwa seorang pria telah menginap di bangsal keputren juga tidak bisa segera tidur. Ia tidak habis mengerti, bagaimana Gusti Putri yang belum pernah berhubungan dengan seorang pria itu, kini tiba-tiba memperbolehkan seorang pria menginap di bangsal. Bahkan tidak hanya sekedar di bangsalnya, tetapi di kamar pribadinya.
“Bagaimana jika ada orang lain yang tahu? Bagaimana jika ada prajurit jaga yang tahu? Bagaimana jika Kanjeng Sultan tahu? Dan sekarang yang tahu hanya dirinya…..!” Batin abdi keputren setengah baya itu.
Justru karena hanya ia sendiri yang tahu, ia merasa memiliki tanggungjawab yang besar. Paling tidak menjaga jangan sampai ada orang lain yang tahu. Dengan beban perasaan itu, ia tidak bisa segera tidur.
Ia yang sebagai seorang janda, pernah merasakan indahnya hubungan pria wanita di masa lalu.
“Apakah itu yang terjadi pada Gusti Putri dengan pria itu…..?” Pikiran nakal abdi keputren setengah baya itu.
“Aaah…..! Semestinya itu tidak terjadi, jangan terjadi…..! Gusti Putri semestinya mampu menjaga diri…..! Tetapi pria itu memang tampan, gagah berkulit bersih dan rapi. Siapa orangnya tidak kepincut…..? Seandainya aku masih muda pasti akan tergila-gila padanya….! Aaah…., seandainya malam ini pria itu ada di sampingku, apakah aku juga mampu menolaknya…..? Aaah…. , ini pikiran gila…..!” Angan abdi setengah baya yang telah lama tidak dijamah seorang pria itu.
Abdi keputren setengah baya itu pun tidak bisa segera tidur. Beruntung tidak ada abdi yang lain yang mengetahui kegelisahannya. Semakin ia memejamkan mata, semakin angannya mengembara ke mana-mana.
“Aaah….., mengapa aku menjadi teringat belasan tahun yang lalu….? Mengapa kau tidak berumur panjang Kang…. ?” Pikiran abdi setengah baya teringat suaminya yang telah tiada.
“Aaah……!” Keluh kesah abdi keputren setengah baya itu seorang diri.
…………….
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo di Youtube atau di Facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *