Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#679

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#679

penerus trah prabu brawijaya

Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(679)
Mataram.
Seri Panembahan Senopati.

Namun menjelang pagi abdi setengah baya itu bisa tertidur. Ia geragapan ketika diketok pintunya.
“Bibi…..!” Panggilan dari balik pintu.
“Ooh Gusti Putri….?” Berkata abdi setengah baya itu terkejut karena di pagi buta Gusti Putri sudah membangunkannya.
“Segera ke bangsalku, jangan ada orang yang tahu…..!” Bisik Gusti Putri Sekar Kedaton yang segera kembali ke bangsalnya.
“Baik Gusti Putri…..!” Jawab abdi setengah baya itu.

Dengan hati-hati abdi setengah baya itu ke bangsal keputren tempat tinggal Gusti Putri Sekar Kedaton.
“Bi…., tidak ada yang tahu kan kalau ada yang menginap di bangsalku…..?” Bertanya Gusti Putri Sekar Kedaton yang khawatir juga jika ada orang yang tahu.
“Tidak Gusti Putri, tidak ada yang tahu…..!” Jawab abdi setengah baya.
“Sehari ini juga masih akan menginap. Jika keluar di siang hari bisa diketahui oleh orang lain…..!” Berkata Gusti Putri Sekar Kedaton.
“Kau nanti ke pasar untuk membeli pakaian pria sak pengadeg. Hati-hati yangan sampai ada orang yang tahu….!” Pesan Gusti Putri Sekar Kedaton.
“Baik Gusti Putri….!” Jawab abdi setengah baya.
“Ooh ya….., untuk sarapan bagaimana agar tidak ada orang yang tahu…..?” Bertanya Gusti Putri Sekar Kedaton yang tetap khawatir.
“Nanti Bibi membeli di pasar saja dua bungkus. Kemudian Bibi antar langsung ke bangsal…..!” Jawab abdi setengah baya.
“Yaa….., baik juga. Tetapi tetap berhati-hati…..!” Pesan Gusti Putri Sekar Kedaton.
“Ini uangnya…..!” Berkata Gusti Putri Sekar Kedaton sambil mengulurkan uang.

Masih pagi sekali abdi setengah baya itu telah pergi ke pasar. Dibelinya pakaian komplit sak pengadeg.
“Tumben membeli pakaian pria Bi…..?” Bertanya penjual pakaian.
“Yaaa…., untuk adik saya. Besuk lusa aku mau pulang. Dulu aku pernah berjanji untuk membelikan pakaian sak pengadeg…..!” Berkata abdi setengah baya tidak jujur.
“Sekalian sarungnya Bi…..!” Bujuk penjual pakaian.
“Eeem….., ya boleh sekalian sarungnya…..!” Jawab abdi setengah baya agar tidak banyak pertanyaan.
“Waah dapat hadiah dari Gusti Putri ya Bi…..?” Canda penjual pakaian.
“Ini aku nabung lebih setengah tahun….!” Dalih abdi setengah baya.
Penjual pakaian tidak mempermasalahkan, yang penting dagangannya laris.

Abdi keputren setengah baya itu kemudian ke penjual gudeg.
“Gudeg dua bungkus, nasi dipisah Yu…..!” Berkata abdi keputren setengah baya.
“Tumben membeli bungkusan Bi…..?” Bertanya penjual gudeg.
“Yaa…., membelikan adikku. Ia sekarang sedang membeli pacul. Biar nanti di bawa pulang…..!” Jawab abdi keputren setengah baya tidak jujur.
Abdi keputren setengah baya itu tidak belanja yang lain lagi. Ia segera kembali ke keputren.

Abdi keputren yang lain tidak ada yang memperhatikan ketika abdi keputren setengah baya itu lngsung masuk ke bangsal Gusti Putri Sekar Kedaton.
“Tidak ada yang menanyakan kan Bibi…..?” Bertanya Gusti Putri Sekar Kedaton yang masih khawatir jika ada orang yang tahu.
“Tidak Gusti…..! Hamba lewat pintu butulan…..!” Jawab abdi keputren setengah baya itu.
“Syukurlah…..!” Berkata Gusti Putri Sekar Kedaton lega.
“Ini sekalian membeli sarung, mungkin berguna, Gusti….!” Berkata abdi keputren setengah baya itu sambil menyerah pakaian dan sarung.
Gusti Putri Sekar Kedaton tersenyum dibelikan sarung pula.
“Kau tahu saja keperluan seorang lelaki…..!” Seloroh Gusti Putri.
“Hamba juga pernah mempunyai seorang suami, Gusti…..!” Jawab abdi keputren setengah baya.
“Ya sudah……! Kau pikirkan nanti untuk makan siang dan makan malamnya…..!” Pesan Gusti Putri Sekar Kedaton.

Di dalam kamar, Raden Pabelan selalu tersenyum gembira. Ia tidak mengira sama sekali akan semudah ini memikat Gusti Putri Sekar Kedaton. Bahkan tidak terbayangkan sama sekali jika bisa satu ranjang semalaman tadi. Bahkan hari ini pun Gusti Putri Sekar Kedaton masih menahannya.
…………….
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo di Youtube atau di Facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *