Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#683

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#683

penerus trah prabu brawijaya

Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(683)
Mataram.
Seri Panembahan Senopati.

Siang itu, ketika siang yang terik dan gerah, Lasa beristirahat di bangku taman yang terlindung dan rimbun. Lasa baru saja mendapat kiriman makan siang dan minuman. Rasa mengantuk sambil bersandar di sandaran bangku. Namun dari tempat itu Lasa bisa melihat ke beberapa arah.
Tiba-tiba Lasa terkejut ketika melihat berkelebatnya seorang lelaki di samping teras belakang keputren. Bahkan Lasa termangu ketika melihat lelaki itu duduk di teras belakang keputren. Mungkin lelaki itu kegerahan di dalam kamar dan tidak mengira bahwa ada orang yang melihatnya.
Lasa kemudian justru bersembunyi agar lelaki tersebut tidak mengetahuinya. Namun dari tempat itu Lasa bisa melihat lelaki itu walau tidak bisa sepenuhnya dan dari jarak yang tidak dekat dan membelakanginya. Lasa belum melihat utuh dan jelas wajah dari lelaki tersebut.
Lasa belum pernah mendengar bahwa Gusti Putri Sekar Kedaton pernah bertunangan dengan siapa pun. Bahkan belum pernah mendengar bahwa Gusti Putri Sekar Kedaton memiliki teman dekat seorang lelaki.
“Tetapi bagaimana mungkin sekarang ada seseorang lelaki keluar dari kamar Gusti Putri Sekar Kedaton? Apakah ada hubungannya dengan tusuk sate? Juga dengan pakaian lelaki yang basah….?” Batin Lasa.
Lasa masih bersembunyi di balik rimbunnya taman. Tetapi pandangan Lasa tak lepas dari lelaki yang duduk di teras belakang itu.
Beberapa lama Lasa menahan diri untuk tidak beringsut agar tidak diketahui oleh lelaki itu.
Lasa tertegun ketika kemudian melihat Gusti Putri muncul dari balik pintu. Lasa melihat mereka berbincang, tetapi tidak mendengar apa yang diperbincangkan.
Namun Lasa kemudian melihat lelaki itu berdiri dan wajahnya tampak jelas.
“Heee….., aku mengenali wajah itu…..! Bukankah dia itu Raden Pabelan, putra Ki Tumenggung Mayang…..?” Batin Lasa.
Raden Pabelan yang gagah tampan dan berpenampilan rapi serta halus budi bahasanya itu memang telah kondang dan mudah dikenali. Walau Lasa sendiri tidak kenal secara pribadi dengan Raden Pabelan.
Namun kondangnya Raden Pabelan karena tingkah lakunya yang kurang terpuji, terutama terhadap para gadis, bahkan juga kepada ibu muda dan janda muda. Raden Pabelan kondang sebagai lelaki thukmis. Lelaki yang hasrat kelelakiannya bergelora setiap melihat wanita yang bathuk-e klimis, untuk mengumpamakan setiap wanita cantik dan menggairahkan.

Raden Pabelan dan Gusti Putri Sekar Kedaton telah masuk ke dalam kamar.
Lasa masih termangu di bangku taman. Terutama setelah yakin bahwa lelaki tersebut adalah Raden Pabelan yang pernah ia lihat.
“Aku yakin sekali bahwa lelaki itu Raden Pabelan, kulitnya yang kuning langsat dan bersih amat berbeda dengan kebanyakan lelaki Pajang….!” Batin Lasa.
“Lagi pula tumbuhnya yang gagah dan wajahnya yang tampan serta hidungnya yang sedikit mancung mudah dikenali pula….!” Batin Lasa lagi yang semakin yakin bahwa lelaki itu adalah Raden Pabelan.
“Aaah….., bagaimana mungkin Gusti Putri Sekar Kedaton bisa berkenalan dengan lelaki seperti itu….? Sayang jika Gusti Putri sampai dipinang atau bahkan disunting oleh lelaki seperti Raden Pabelan itu….!” Lamunan Lasa berlanjut.

Lasa tidak bisa menahan apa yang ia saksikan. Ia kemudian bergegas menuju ke gardu jaga. Semua prajurit jaga di keputren itu telah ia kenal dengan baik. Ia pun sering bertandang di gardu jaga tersebut. Ia tidak mungkin akan bercerita kepada para abdi wanita di keputren. Jika ia bercerita pasti akan terjadi kehebohan.
“Silahkan Lasa…, ini camilan-nya masih banyak dan juga minumannya…..!” Berkata salah seorang prajurit jaga begitu melihat Lasa datang.
“Terimakasih….., pasti akan aku habiskan nanti…..!” Canda Lasa.
Lasa kemudian tidak berbasa-basi ketika menceritakan apa yang ia saksikan. Tentang seseorang yang ia yakini sebagai Raden Pabelan. Bahkan tentang tusuk sate dan pakaian lelaki yang basah di jemuran yang sedikit terlindungi. Ia yakin bahwa lelaki itu menginap di bangsal keputren tempat Gusti Putri Sekar Kedaton tinggal.
…………….
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo di Youtube atau di Facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *