Penerus Trah Prabu Brawijaya-Gendhuk Jinten-Part#122

gendhuk jinten

Inspirasi Pagi …….!!
(@SUN-aryo)

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
Ki Ageng Pengging.

Bahkan, Adipati Bojonegoro didampingi beberapa ulama berkenan menjumpai Sultan Trenggono dan Sunan Kudus.
“Bakti kami, Kanjeng Sultan Trenggono dan salam kami untuk Kanjeng Sunan Kudus…..!” sapa Adipati Bojonegoro ketika telah bersua dengan kedua petinggi pasukan itu.
“Dengan senang hati kami terima, Paman Adipati. Dan terimakasih atas sambutan dari kawula Bojonegoro…?”
kata Sultan Trenggono.
“Sambutan yang tak seberapa, Kanjeng Sultan…..! Tetapi kami mohon maaf, belum bisa menyertakan prajurit dalam pasukan yang besar ini….!” lanjut Adipati Bojonegoro.
Sunan Kudus kemudian memberikan nasehat dan pesan-pesan kepada para ulama dan juga kepada Adipati Bojonegoro.

Setelah mereka beberapa saat berbincang, Sultan Trenggono beserta seluruh pasukan segera melanjutkan perjalanan.
Yang mereka tuju adalah Kadipaten Gresik.
“Adakah cara yang bisa kita tempuh untuk menghindarkan pertempuran, Kanjeng Sultan…..?” tanya Sunan Kudus.
“Kanjeng Sunan, eyang kami sekarang masih tinggal di Gresik. Beliau adalah seorang pedagang yang cukup berhasil. Semoga eyang bisa membujuk Kanjeng Adipati Gresik…..!” kata Sultan Trenggono.
Eyang dari Sultan Trenggono memang benar seorang pedagang yang cukup berhasil dan kini tinggal di Gresik. Beliau juga dekat dengan Adipati Gresik.
“Bagaimana bisa menghubungi beliau, Kanjeng Sultan…..?” tanya Sunan Kudus.
“Jika Kanjeng Sunan berkenan, saya akan mendahului pasukan ini dengan menyamar sebagai seorang pengembara. Akan aku ajak dua atau tiga orang senopati…..!” kata Sultan Trenggono.
“Baiklah…..! Jika demikian, aku akan ikut serta…..!” kata Sunan Kudus.

Setelah mengadakan persiapan seperlunya, mereka kemudian mendahului pasukan besar itu. Mereka adalah Sultan Trenggono yang menyamar sebagai seorang pengembara dan dua orang senopati pilihan yang berpakaian pengembara pula. Sedangkan Sunan Kudus berpakaian surjan kejawen layaknya seorang Jawa pada umumnya. Mereka menunggang kuda sendiri-sendiri.

Sementara itu, Adipati Gresik telah mendengar dan mengetahui gerakan pasukan besar dari Demak Bintara yang menuju ke arah timur. Kadipaten Gresik pun telah mengadakan persiapan untuk menghadapi pasukan yang diperkirakan juga akan mengarah ke kadipaten itu. Adipati Gresik juga telah mendengar apa yang terjadi di Kadipaten Bojanegoro. Namun Adipati Gresik tak ingin seperti yang dilakukan oleh Adipati Bojanegoro tersebut.

Sementara itu, rombongan Sultan Trenggono yang menyamar telah sampai di perbatasan Kadipaten Gresik. Sunan Kudus selalu berpesan untuk menghindari kekerasan dalam perjalanan ke tempat tinggal emangnya Sultan Trenggono tersebut. Sultan Trenggono pun berusaha untuk mematuhi saran dari Sunan Kudus.
Prajurit jaga perbatasan dari Kadipaten Gresik segera menghentikan empat orang yang akan memasuki perbatasan tersebut.
“Hee berhenti…..!” aba-aba dari seorang prajurit jaga dengan pedang terhunus.
Mereka pun segera berloncatan turun, kecuali Sunan Kudus yang seakan sebagai seorang sepuh yang ringkih.
“Kalian dari mana mau kemana….? Ini negeri sedang gawat….!” tanya prajurit jaga itu.
“Maaf Deen…., kami dari Ngraho mau mengantarkan ayah kami kembali ke Gresik, di dekat bandar pelabuhan….!” kata salah seorang senopati yang lebih tua dari Sultan Trenggono.
Prajurit jaga itu mengamati empat orang itu yang sepertinya tidak bersenjata apapun. Jika mereka ingin berbuat sesuatu tentu tidak mungkin. Itulah pertimbangan dari prajurit jaga itu. Dan mereka pun melihat seorang sepuh yang ringkih masih berada di pelana kuda. Mereka, para prajurit jaga itu percaya bahwa yang dikatakan oleh salah seorang dari rombongan itu benar, tidak berbohong.
“Ya sudah….! Silahkan diteruskan, tetapi kalian harus berhati-hati….!” pesan dari prajurit jaga itu.

Rombongan Sultan Trenggono pun segera melanjutkan perjalanan.
………..
Bersambung…….

Petuah Simbah: “Carilah solusi untuk menghindari peperangan, peperangan pasti akan menimbulkan korban.”
(@SUN).

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada hal yang baru setiap hari.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *