Penerus Trah Prabu Brawijaya-Jaka Tingkir-Part#213

penerus trah prabu brawijaya

Inspirasi Pagi …….!!
(@SUN-aryo)
(213)
Penerus Trah Prabu Brawijaya.
Jaka Tingkir.

Semua telah meletakkan senjata atas perintah lurahnya yang telah tak berdaya ditelikung oleh Jaka Tingkir.
“Aku bisa melemparmu ke tengah kedung jika kau keras kepala. Katakan kau pun menyerah……!” Kata Jaka Tingkir.
Bahurekso tidak ada pilihan lain selain menyerah.
“Yaa….., aku menyerah……!” Kata Lurahe Bahurekso.
Perlahan Jaka Tingkir mengendorkan cengkeraman di tangan Bahurekso. Namun Jaka Tingkir sejenak berpikir untuk membuat banyak orang itu tidak akan berani menyerang setelah ia melepaskan Bahurekso.
Tiba-tiba Jaka Tingkir menghantamkan tongkat bambunya ke sebuah batu sebesar kepala kerbau yang terjangkau oleh ayunan tongkatnya. Yang terjadi membuat semua yang menyaksikan terbelalak.
“Huaaaahc……!” Hampir berbarengan mereka berseru.
Batu hitam itu pun hancur berkeping-keping, sedangkan tongkatnya tetap utuh dan tidak patah. Ilmu Tamengwaja yang telah dikuasai oleh Jaka Tingkir disalurkan lewat tongkat bambu itu. Yang terjadi seperti yang mereka saksikan.
Ki Wuragil, Mas Manca dan Mas Wila sudah mengetahui bahwa Jaka Tingkir adalah seorang anak muda yang sakti mandraguna, namun mereka tidak menduga sampai sedemikian tinggi ilmu dari anak muda itu.
Bahkan Bahurekso yang gagah tinggi besar itu kemudian berlutut di hadapan Jaka Tingkir.
“Raden….., aku benar-benar menyerah, bahkan dengan seluruh anak buahku….!” Kata Bahurekso.
“Tanyakan kepada mereka, apakah mereka juga menyerah…..!” Kata Jaka Tingkir.
“Heee……, apakah kalian tunduk kepada perjaka ini……!” Teriak Bahurekso.
“Yaaa….. tunduk…..!” Hampir serentak mereka menjawab.
“Diulangi……!” Perintah Bahurekso.
“Yaaa….., kami tunduuuk…..!” Jawab mereka serentak.
“Hayo semua berlutut…..!” Perintah Bahurekso.
Mereka pun kemudian berlutut di lumpur kering tepian kedung itu.
Jaka Tingkir tersenyum menyaksikan tingkah polah mereka. Ia pun yakin bahwa mereka benar-benar telah menyerah. Mereka pun pasti khawatir jika tongkat bambu itu ia gunakan untuk menyerang mereka. Akibatnya sudah mereka saksikan.

Orang di balik gerumbul perdu pun tersenyum menyaksikan Jaka Tingkir menundukkan mereka tanpa ada seorangpun yang menjadi korban tewas. Namun semuanya menyerah dengan sungguh-sungguh. Bahkan pimpinannya pun telah menyerah pula. Ia telah mendengar bahwa gerombolan Bahurekso itu sangat ditakuti oleh siapapun. Bahkan gerombolan penyamun manapun tidak ada yang berani berbenturan dengan gerombolan Bahurekso itu. Bahkan pula prajurit Demak Bintara pun belum mampu menumpas gerombolan itu. Namun Jaka Tingkir mampu melakukannya dengan gampang.
Orang itu memang sengaja mengawal Jaka Tingkir beserta ketiga kawannya tanpa diketahui oleh mereka berempat.
Ia ikuti dari jarak jauh sejak meninggalkan padepokan Rawapening.

Bahurekso dan mereka semua belum tahu siapakah gerangan anak muda itu beserta ketiga kawannya.
“Raden, bolehkah kami mengetahui siapakah Raden dan kalian bertiga…..!” Bertanya Bahurekso dengan sopan.
Jaka Tingkir tak ingin menutupi jati dirinya.
“Kami dari padepokan Rawapening di Banyubiru…..! Yang setengah baya itu bernama Ki Wuragil, di samping kirinya Mas Wila, sedangkan di samping kanannya Mas Manca. Sedangkan
aku Mas Karebet, namun lebih dikenal dengan sebutan Jaka Tingkir…..!” Kata Jaka Tingkir.
“Jaka Tingkir……? Aku pernah mendengar nama itu beberapa waktu yang lalu…..! Apakah Denmas itu Jaka Tingkir yang telah membunuh Dadung Awuk…..?” Bertanya Bahurekso yang memang pernah mendengar bahwa Dadung Awuk sahabatnya telah terbunuh oleh anak muda bernama Jaka Tingkir pada saat pendadaran.
“Ya benar…..! Kalian juga mendengar kabar itu…..?” Bertanya Jaka Tingkir.
“Tentu saja mendengar, Dadung Awuk adalah sahabatku yang berilmu tinggi, namun tewas di tangan anak muda yang bernama Jaka Tingkir…..!” Kata Bahurekso.
Jaka Tingkir hanya tersenyum mendengar jawaban Bahurekso.
……………….
Bersambung……………

Petuah Simbah: “Tersenyum bukan karena bisa membunuh, tetapi karena tidak ada yang terbunuh.”
(@SUN)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *