Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#327

penerus trah prabu brawijaya

Inspirasi Pagi …….!!
(@SUN-aryo)
(327)
Penerus Trah Prabu Brawijaya.
Jaka Tingkir.
Seri Arya Penangsang.

Malam hari itu, Ki Juru Martani, Ki Pemanahan dan Ki Penjawi telah menghadap Sultan Hadiwijaya. Mereka ingin menyampaikan kesanggupannya membalaskan dendam Kanjeng Ratu Kalinyamat untuk membunuh Harya Penangsang.
“Terimakasih Kakang sekalian atas kesanggupannya. Kami percaya Kakang sekalian pasti mampu…..!” Berkata Sultan Hadiwijaya.
“Namun demikian, kami memerlukan pasukan yang kuat untuk mendukung rencana itu…..!” Berkata Ki Pemanahan.
“Tentu saja pasukan yang telah bersiaga itu menjadi pendukung yang kuat…..!” Berkata Sultan Hadiwijaya.
“Kita tidak boleh terlambat, pasukan keseluruhan segera dipersiapkan untuk berangkat ke Jipang…..!” Berkata Ki Pemanahan.
“Dalam dua tiga hari ini pasukan besar dari Banyumas akan segera tiba…..!” Berkata Ki Penjawi.
“Yaa…., sebaiknya kita menunggu kedatangan pasukan itu…..!” Berkata Ki Pemanahan.
“Biarlah nanti Mas Danang menemani aku untuk tetap tinggal di keraton Pajang…..! Dia harus dipersiapkan untuk tanggungjawab yang lebih besar nantinya……!” Berkata Sultan Hadiwijaya.
Sultan Hadiwijaya memang telah merencanakan untuk mengangkat Raden Mas Danang Sutawijaya menjadi putra Mahkota Pajang. Karena saat itu Raden Benawa putra kandungnya masih kanak-kanak. Ia tidak rela dan tidak tega jika Danang Sutawijaya ikut maju perang.

Tidak diperhitungkan sebelumnya, ternyata pasukan yang bisa dihimpun oleh Pajang jauh lebih besar dari perkiraan. Telah datang pula pasukan dari Banyubiru yang besar dan kuat. Kademangan-kademangan di sekitar Pajang juga telah mengirim para pengawalnya untuk bergabung dengan pasukan Pajang. Pasukan dari Pengging telah terlebih dahulu datang di Pajang. Mereka, para pengawal Pengging itu hampir semuanya telah mengenal Sultan Hadiwijaya, Ki Juru Martani dan Ki Penjawi.
Mas Manca dan Wila mengatur semua pasukan yang telah datang.

Kini hampir seluruh pasukan yang diharapkan bergabung telah datang semua di Pajang.
Pasukan dari Jepara dan Keling, pasukan dari Demak Bintara, Demak Prawata dan dari Bandar Semarang, pasukan dari Bagelen, Tidar dan perbukitan Menoreh, pasukan dari Banyumas dan sekitarnya, pasukan dari Bagelen, pasukan dari perbukitan Sewu, pasukan dari Banyubiru dan Pringsurat, pasukan dari Pengging, pasukan dari Jatinom dan Sangkalputung, pasukan dari kademangan-kademangan di sekitar Pajang serta pasukan Pajang sendiri yang cukup besar dan kuat.
Sultan Hadiwijaya berbesar hati menyaksikan pasukan yang terhimpun cukup besar dari berbagai wilayah.
Dua hari lagi pasukan besar itu akan segera berangkat menuju ke medan laga, ke Jipang di seberang Bengawan.

Persiapan pasukan yang besar itu tak luput dari pengawasan prajurit sandi Jipang. Mereka tidak mengira bahwa Pajang mampu menghimpun kekuatan yang sedemikian besar. Lebih tidak menduga lagi bahwa pasukan itu akan melurug ke Jipang. Karena sejak awal, rencananya adalah pasukan Jipang yang akan menyerbu ke Pajang. Penyerbuan ke Pajang menjadi tertunda karena Sultan Harya Penangsang sedang menuntaskan ilmu.
“Kita berbagi tugas, kau kembali ke Jipang untuk mengabarkan kesiapan pasukan Pajang yang akan menyerbu Jipang. Aku akan ke Kudus untuk mengabarkan kepada Kanjeng Sultan Harya Penangsang. Dan kalian berdua tetap di Pajang untuk mengawasi pergerakan pasukan Pajang…..!” Berkata Lurah prajurit sandi Jipang yang berada di Pajang.
Prajurit sandi Jipang yang berada di Pajang ada empat orang.
Mereka pun segera berbagi tugas.

Sementara itu, Raden Mas Danang Sutawijaya gelisah, ia telah mendengar bahwa ia diminta oleh Kanjeng Sultan Hadiwijaya untuk menemani tetap tinggal di keraton Pajang. Para sesepuh menilai bahwa Raden Mas Danang Sutawijaya masih terlalu muda untuk terjun ke kancah peperangan yang besar. Ia segera menemui uwa-nya, Ki Juru Martani.
“Mohon maaf Uwa…..! Apakah benar bahwa Danang tidak diperkenankan untuk ikut berperang ke Jipang…..?” Bertanya Raden Mas Danang Sutawijaya.
…………….
Bersambung…………
(@SUN).

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *