Penerus Trah Prabu Brawijaya – Part#410

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
410
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Para pengawal itu pun senang dengan penawaran orang itu.
“Silahkan Kisanak….! Tentu kami senang…..! Nyamuk-nyamuk memang sialan…..!” Berkata salah seorang pengawal.
Orang yang lebih muda itu pun segera membakar potongan kayu sebesar jari. Kayu gaharu yang konon sudah diberi ramuan untuk mengusir nyamuk.
Ki Ageng Giring sambil tidur memperhatikan dengan seksama. Sepertinya ada lima atau enam tempat yang diletakkan bakaran kayu gaharu tersebut. Kayu gaharu memang berbau harum dan harganya tidak murah. Ki Ageng Giring tidak yakin bahwa yang dibakar adalah benar-benar kayu gaharu.
Ki Ageng Giring memperhatikan, dua orang itu dengan cerdik meletakkan kayu yang dibakar itu dengan memperhitungkan arah angin. Asap dari kayu yang dibakar itu mengarah ke tempat mereka yang sedang tidur atau tiduran. Asap tipis itupun telah mulai menyebar ke seluruh barak tempat para penyeberang hutan itu berada.
Ki Ageng Giring kemudian beringsut perlahan kembali ke tempat Ki Pemanahan berada. Ia juga sudah menghirup asap tipis yang semerbak wangi. Ia bisa merasakan pengaruh dari asap kayu yang dibakar tadi yang terasa tidak wajar.
“Bagaimana Kakang…..?” Bisik Ki Pemanahan setelah Ki Ageng Giring dekat.
“Sesuatu yang tidak wajar….!” Sahut Ki Ageng Ageng Giring.
“Benar….., sepertinya ada yang tidak wajar…..!” Bisik saudara Ki Demang Pengging yang tadi berbincang dengan Ki Pemanahan.
“Hampir semua telah tertidur….!” Lanjut Ki Pemanahan.
“Marilah kita juga berpura-pura tertidur, kita tunggu apa yang akan terjadi…..!” Pinta Ki Ageng Giring.
Sementara itu, dua orang pengawal yang tadi masih terlihat duduk tegak, kini bersandar tiang dengan mata tertutup. Sepertinya ia telah tertidur pula.
“Mengapa mata ini terasa lengket sekali……? Mengantuk sekali…..!”
“Bertahanlah…., jangan sampai tertidur…..! Tunggu, nanti setelah tengah malam kawan kita pasti datang…..! Berkata salah seorang pengawal yang masih terjaga.
“Berat sekali….! Aku ingin tidur sebentar…..!” Sahut yang seorang yang rupanya tidak menyadari ada yang tidak wajar.

Ki Ageng Giring, Ki Pemanahan dan saudara Ki Demang Taji pun pura-pura tertidur pula. Suasana sungguh sepi, tak ada seseorang pun yang masih terjaga. Bahkan dua orang pengawal di gardu jaga telah tertidur pula.
“Kita tunggu sebentar….., agar semua tertidur nyenyak…..!” Berkata seorang yang lebih tua dari yang tadi membakar kayu pengusir nyamuk.
“Aku percaya akan ramuan dan mantra Kakang pasti kuat dan tajam…..!” Bisik yang lebih muda.
Walau keduanya berbincang dengan berbisik, namun karena suasananya sangat sepi, tiga orang yang masih terjaga bisa mendengar.
Ki Ageng Giring, Ki Pemanahan dan saudara dari Ki Demang Taji sudah bisa menduga. Rupanya, yang dikatakan sebagai kayu gaharu pengusir nyamuk itu adalah sarana ilmu sirep yang di arahkan ke semua orang di barak pemberhentian para penyeberang hutan itu. Rupanya pula, dua orang yang membakar kayu pengusir nyamuk itu memiliki niat jahat. Namun demikian, mereka bertiga belum bisa bertindak karena belum ada bukti tindak kejahatan yang dilakukan.
“Para penjaga pun sudah tertidur pula Kakang…..!” Bisik yang lebih muda.

Ketika dua orang yang membakar kayu pengusir nyamuk itu telah yakin bahwa sudah tidak ada yang terjaga lagi, mereka kemudian berdiri.
“Aku akan ke barak para wanita…..!” Berkata yang lebih muda.
“Dasar buaya…..!” Sahut yang lebih tua, namun ia membiarkannya pula.
“Aku akan ke pemilik kereta kuda, ia pasti seorang yang berada…..!” Sahut yang lebih tua.

Ki Ageng Giring, Ki Pemanahan dan saudara Ki Demang Taji melihat pula ketika dua orang pembakar kayu pengusir nyamuk itu berdiri dan membagi arah yang dituju.
Ki Ageng Giring kemudian memberi tanda agar saudara Ki Demang Taji itu tetap di tempat untuk mengawasi keadaan. Sedangkan ia sendiri akan mengawasi orang yang lebih tua dan Ki Pemanahan akan mengawasi orang yang lebih muda.
Saudara Ki Demang Taji mengikuti saran Ki Ageng Giring setelah tahu siapakah Ki Ageng Giring dan Ki Pemanahan yang sebenarnya.
…………….
Bersambung…………
(@SUN)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *