Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#412

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
412
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Orang separuh baya itu sedikit terkejut, ia mengira sudah tidak ada orang yang mampu bertahan dari asap yang ia sebarkan. Asap kayu gaharu yang telah diramu dan disertai mantra semacam sirep. Biasanya, orang kebanyakan dalam tiga empat kali hirupan pasti sudah tertidur. Mungkin orang yang datang ini belum sempat menghirup asap ramuannya sehingga tetap bertahan.
Orang itu tak mau diganggu rencananya dan tak ingin berbasa-basi dengan orang yang belum dikenal.
Tiba-tiba saja ia menyerang Ki Ageng Giring dengan kecepatan tinggi yang dilambari ilmunya. Jika orang yang diserang hanya memiliki bekal ilmu yang pas-pasan pasti sudah tersungkur jatuh berkalang tanah. Apalagi jika hanya orang kebanyakan, pasti akan tewas seketika. Tidak biasanya seseorang langsung menyerang tanpa ingin tahu tentang lawan yang diserang.
Namun yang diserang adalah Ki Ageng Giring saudara seperguruan dari Ki Pemanahan, bahkan ia lebih tua. Bekal ilmunya lehih dari cukup untuk menjadi seorang petualang. Ki Ageng Giring terkejut karena lawan langsung menyerang dengan lambaran ilmu, lagi pula di malam yang gelap. Ki Ageng Giring terpaksa meloncat mundur sambil merendah.
Hantaman orang separuh baya itu hanya menerpa angin.
Yang kemudian terkejut adalah orang separuh baya tersebut. Jika yang diserang bukan orang yang berilmu tinggi pasti sudah terkapar. Oleh karena itu orang itu kemudian menyadari bahwa ia berhadapan dengan orang yang memiliki bekal yang cukup. Namun orang itu yakin akan dengan mudah meringkus lawannya setelah menyadari bahwa lawannya memiliki bekal ilmu.
“Kau pasti memiliki bekal ilmu yang tinggi, tetapi mengapa berbuat nista seperti pencuri ayam….!” Sindir Ki Ageng Giring.
“Gila…..! Kau berani menghina aku hanya karena bisa melocat mundur…..!” Berkata orang itu.
“Aku tidak ingin mencari lawan, aku hanya ingin mencegah perbuatan nista, apalagi dilakukan oleh seseorang yang merasa berilmu tinggi…..!” Sindir Ki Ageng Giring lagi.
“Diam…..! Belum tahu kau berhadapan dengan siapa….!” Bentak orang itu.
“Dengan siapa-kah aku berhadapan, biar aku bisa memberi hormat…..?” Berkata Ki Ageng Giring sedikit merendah.
“Dengar….! Akulah Ki Bacak dari Nusakambangan…..! Siapa kau agar aku ingat nama orang yang aku bunuh malam ini…..!” Bentak dan kemudian bertanya orang yang mengaku bernama Ki Bacak dari Nusakambangan.
“Ooh rupanya kau Ki Bacak dari Nusakambangan yang namanya telah kondang di telatah Banyumas itu…..! Aku pernah mengembara sampai di Kebasen…..! Nama yang ditakuti karena kelicikan dan kekejamannya….!” Sindir Ki Ageng Giring lagi.
“Gila…..! Siapa kau sebelum aku bunuh…..?” Teriak Ki Bacak dari Nusakambangan.
“Aku Ki Giring dari Sada pegunungan Sewu…..!” Jawab Ki Ageng Giring datar.
“Oooo…. Kaulah Giring yang pernah aku dengar namanya sampai Banyumas itu……! Sayang aku tidak berjumpa saat itu. Sekarang-lah saatnya membukam namamu…..!” Sesumbar Ki Bacak dari Nusakambangan.
“Apa maksudmu…..?” Bertanya Ki Ageng Giring pura-pura tidak tanggap.
“Ayo mencari tempat yang longgar untuk adu ilmu…..!” Tantang Ki Bacak dari Nusakambangan.
“Itu tidak perlu…..! Aku kau anggap takut juga tidak apa-apa asal kau menghentikan tindakan hina itu…..!” Jawab Ki Ageng Giring.
“Jika kau menolak, aku bisa membunuh semua orang yang ada di sini……..!” Ancam Ki Bacak.
Ki Ageng Giring terpaksa mengikuti orang itu.

Sementara itu, Ki Kamuda memperhatikan perkelahian antara Ki Pemanahan melawan orang muda yang mengaku bernama Jaka Pradapa. Terlihat Jaka Pradapa sangat bernafsu untuk bisa segera melumpuhkan lawannya. Ia bertempur dengan keras. Namun lawannya adalah senopati agung negeri Pajang yang juga merupakan saudara seperguruan dari Sultan Pajang sendiri. Ia bertempur dengan sangat tenang dan sekedar melayani lawannya yang lebih muda itu.
……………..
Bersambung……………
(@SUN)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

One thought on “Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#412

  1. TRI Widodo 16/08/2023 at 18:40

    Matur nuwun pak Maswo, salam sehat selalu, lanjutkan seri ke 413

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *