Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#427

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
427
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Di dalam beteng benar-benar terjadi kalang kabut. Mereka tidak mungkin muncul di tempat terbuka. Mereka kemudian berlarian masuk ke dalam ruangan yang terlindung dan tertutup. Jika mereka muncul di tempat terbuka pasti akan terkena hantaman bungkusan daun pisang atau daun jati.
Namun demikian banyak diantara mereka pakaiannya berlepotan kotoran yang sangat menjijikkan.
Bau menyengat pun memenuhi seluruh di dalam beteng walau tempat itu terlindung. Bangkai tikus dan aneka kotoran memenuhi halaman depan belakang kiri kanan. Bahkan teras dan tembok pun tak luput dari berbagai kotoran. Bagi pasukan Portugis, kebersihan adalah hal yang utama. Namun kini mereka tak bisa mengelak. Apalagi air sangat terbatas. Mereka pun sangat terganggu pernafasannya.
Tentu saja mereka tak ingin mati di tempat itu karena pernafasannya terganggu. Para jendral dan para komandan kemudian berembug bagaimana mengatasi keadaan yang sungguh di luar nalar ini.
“Gila….! Ini sungguh gila….!” Umpat seorang jenderal.
“Kita harus ke luar dari tempat neraka ini….!” Sahut jenderal yang lain.
“Ya…..! Kita harus segera ke laut dan masuk kapal….!” Usul jenderal yang lain lagi.
“Perintahkan, angkut semua barang berharga dan semua senjata…..! Kita ke laut dan masuk kapal. Lindungi ke luar kita dengan berondongan peluru ke segala arah…..!” Perintah pimpinan tertinggi dari pasukan itu.
“Siaaap……! Laksanakan…..!” Sahut para komandan.

Hujan bungkusan daun masih berlangsung ketika para prajurit pasukan Portugis berlarian ke arah pintu gerbang ke luar. Mereka tidak lagi menghiraukan jika bungkusan-bungkusan itu menghantam tubuh mereka. Walau sangat menjijikkan, namun tidak akan mematikan. Walau mereka kalang kabut, tetapi mereka bisa berkelompok per-peleton dan tidak berebutan. Pintu gerbang pun segera terbuka. Berondongan peluru pun menghambur ke kiri kanan pasukan yang sedang keluar pintu gerbang itu.
Pasukan Jepara tidak mengira bahwa pasukan Portugis sangat berani dengan membuka pintu gerbang. Mereka mengira bahwa pasukan itu akan mengadakan perlawanan di malam yang gelap gulita itu. Berondongan peluru sangat berbahaya bagi mereka.
“Berlindung…..!” Perintah senopati Jepara.
Mereka, kemudian berlindung di balik pepohonan.
“Uooohc…..! ooh aku kena….!” Keluh salah seorang prajurit.
“Ayo aku bantu….! Bertahanlah…..!” Berkata prajurit di dekatnya.
“Balas dengan panah…..!” Perintah seorang senopati.
Sesaat kemudian meluncur-lah panah-panah dari dua sisi. Sasaran yang dituju oleh para prajurit panah lebih mudah dari pada sebaliknya. Namun para prajurit dari pasukan Portugis itu melindungi diri dengan rompi di bagian tubuh yang rawan. Meskipun demikian, tak sedikit para prajurit itu yang tertancap anak panah di lengan atau kaki mereka. Mereka dengan cepat berlari berderap menuju laut dan kemudian ke kapal yang bersandar di tepi laut.

Namun akhirnya mereka, para prajurit Portugis itu berhasil mencapai laut. Mereka telah aman karena tidak terjangkau oleh lontaran anak panah. Yang paling diharapkan oleh para prajurit Portugis itu mereka bisa segera membersihkan tubuh dan pakaian mereka dari kotoran yang menjijikkan.

Para prajurit Jepara sengaja tidak mengejar mereka karena cukup berbahaya jika para prajurit lawan melepaskan senjata letus. Tujuan utama dari pasukan Jepara itu adalah mengusir pasukan Portugis dari bumi Jepara. Dan dengan cara itu sepertinya akan berhasil.

Di keremangan malam, para prajurit Jepara menyaksikan para prajurit Portugis berloncatan masuk ke kapal yang cukup besar.
Beberapa saat kemudian para prajurit Jepara itu menyaksikan dua buah kapal besar telah meninggalkan pantai Jepara.
Tidak ada sorak sorai dari pasukan Jepara. Mereka khawatir akan mengusik ketenangan warga yang berada tak jauh dari beteng Portugis itu.
……………..
Bersambung…………

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

One thought on “Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#427

  1. TRI Widodo 31/08/2023 at 20:22

    Matur nuwun pak Maswo

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *