Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#442

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
442
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Mereka pun kemudian membersihkan rerumputan di sekitar pohon beringin tua itu. Demikian pula pepohonan perdu dibabat pula, namun pepohonan besar dibiarkan tetap berdiri. Gundukan tanah yang tidak rata pun diratakannya.
Jika rerumputan dan pepohonan perdu itu telah bersih, nanti akan terlihat teduh tetapi bersih.
Raden Mas Danang Sutawijaya pun melarang sampah-sampah itu dibakar, tetapi di kumpulkan di tepi sungai yang tanahnya cekung.
“Biarlah nanti menjadi pupuk yang bisa kita pergunakan…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
Mereka dengan bergembira melakukan segala pekerjaan sambil bersenda gurau. Dengan demikian pekerjaan itu terasa lebih ringan.
Menjelang petang mereka baru beristirahat. Terlihat tanah yang bersih dari rerumputan sedemikian luas.
Raden Mas Danang Sutawijaya pun kemudian mengelilingi tanah yang telah bersih dari rerumputan. Namun bagi Raden Mas Danang Sutawijaya terasa masih kurang luas.
Raden Mas Danang Sutawijaya kemudian membayangkan keraton Jipang maupun keraton Pajang. Ia ingin menjadikan tanah di sekitar pohon beringin tua itu seperti keraton di Jipang atau pun di Pajang. Jika itu terwujud, tentu memerlukan lahan yang cukup luas.
Yang terpikirkan pertama kali oleh Raden Mas Danang Sutawijaya adalah membuat alun-alun yang luas. Pohon beringin tua yang rindang itu akan dijadikan pusar dari alun-alun itu.
Baru kemudian akan dibangun barak sementara yang mengelilingi alun-alun itu. Barak itu dikemudian hari akan dibuat yang baik dan kokoh. Bangunan itu yang nantinya akan dijadikan bangsal-bangsal untuk keperluan sebuah keraton.
Angan-angan Raden Mas Danang Sutawijaya melayang jauh, membayangkan sebuah keraton yang megah berdiri di sekitar tempat itu. Sungai kecil yang mengalir tak jauh dari tempat itu akan dijadikan sebagai bagian dari keraton itu. Bahkan ada cekungan yang bisa dibuat sebagai telaga buatan, telagayasa.
Tanah yang telah bersih itu baru cukup untuk keperluan alun-alun dan sekitarnya.
“Mungkin masih perlu tiga atau empat hari lagi untuk membersihkan pohon perdu dan rerumputan…..!” Batin Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Besuk masih kita lanjutkan untuk membersihkan rerumputan, semak belukar dan pepohonan perdu….!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
Di sepanjang sungai kecil itu di kiri kanannya banyak tumbuh pohon kelapa. Batang pohon kelapa yang telah tua itu nantinya juga bisa digunakan untuk bangunan.
Terpikir oleh Raden Mas Danang Sutawijaya untuk pembuatan batu bata di sekitar tempat itu.
Besuk harus dicari tanah liat atau tanah merah di sekitar tempat itu untuk pembuatan batu bata.
Namun demikian, untuk bangunan yang sementara bisa dibuat dari gelugu atau kayu keras yang terdapat di hutan itu. Baru kemudian akan dibuat dengan batu bata jika telah tersedia.
Angan-angan Raden Mas Danang Sutawijaya sungguh melayang jauh untuk masa depan sebuah negeri dengan sebuah keraton yang megah. Ia sama sekali tidak memikirkan waris takhta keraton Pajang. Walau sesungguhnya ia berhak sebagai putra mahkota.
Ejekan salah seorang senopati Pajang masih terus mengisng.
“Alas Mentaok untuk menjadi sebuah permukiman itu butuh waktu puluhan tahun, jangan mimpi untuk menjadi sebuah negeri…..!” Ejekan yang selalu terngiang di telinga Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Aku tidak akan sekali-kali menginjakkan kaki di keraton Pajang sebelum hutan Alas Mentaok menjadi sebuah negeri…..!” Kata Raden Mas Danang Sutawijaya ketika itu.
Ejekan itu yang menyulut semangat Raden Mas Danang Sutawijaya untuk benar-benar mewujudkan sebuah negeri dan keraton di telatah hutan Alas Mentaok.
Bagi Raden Mas Danang Sutawijaya, angan-angan itu bukan hal yang ngayawara – mustahil untuk diwujudkan.
Kini angan-angan itu telah mereka mulai. Tinggal menunggu waktu angan-angan itu menjadi kenyataan.
……………
Bersambung………
(@SUN)

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *