Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#473

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
473
Jaka Tingkir.
Seri Danang Sutawijaya.

Mereka pun berguling menahan sakit, sedangkan pedang mereka telah terlepas.
Kini dua belas orang telah tak berdaya, namun tidak ada satupun yang tewas. Hampir semuanya mengerang kesakitan.
Raden Mas Danang Sutawijaya tidak ingin dibuat repot oleh mereka.
“Kalian tidak akan tewas, rawatlah diri kalian sendiri. Kebiadaban kalian pasti jauh dari yang kalian alami. Jika aku menghendaki, tentu mudah untuk membunuh kalian semua dan membuang mayat kalian di kali Krasak…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
Tak ada yang menjawab, tetapi benar kata-kata anak muda itu.
“Setelah kalian sembuh, pulanglah ke kampung asal kalian….! Pucuk Merapi jangan kau jadikan sarang perampok. Ketahuilah, pucuk Merapi itu juga menjadi telatah Mentaok yang kini telah menjadi Mataram….!” Lanjut Raden Mas Danang Sutawijaya.
Para perampok itu belum mengetahui dengan siapa mereka berhadapan. Mereka sedikit heran, mengapa anak muda itu mengatakan tentang Mataram.
“Jika kalian masih bersarang di lereng atau puncak Merapi, kalian akan berhadapan dengan kami…..! Mataram juga tak kekurangan orang yang berilmu tinggi…..! Atau jika kalian tidak memiliki tempat tinggal, bergabunglah dengan kami di Bumi Mataram dan bermukim di Kotagede….!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
Lurah perampok yang mulia menyadari keadaan itu kemudian bertanya.
“Maaf Raden yang ilmunya tidak bisa kami jajaki, dengan siapakah kami berhadapan…..?”
“Kedua orang itu adalah bagian dari pengawal Mataram nantinya. Dan aku adalah Sutawijaya pembunuh Harya Penangsang…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya berterus terang.
“Raden Mas Danang Sutawijaya…..?” Berkata Lurah perampok dengan suara bergetar.
“Yaaa….., aku Danang Sutawijaya, putra Kanjeng Sultan Hadiwijaya. Kami sekarang sedang babat hutan Alas Mentaok…..!” Jawab Raden Mas Danang Sutawijaya tidak ingin menyembunyikan jati dirinya.
Lurah perampok dan para perampok itu heran. Mereka telah mendengar tentang Raden Mas Danang Sutawijaya yang berhasil menewaskan Harya Penangsang yang ilmunya sangat tinggi. Dan kini mereka yang harus berhadapan dengan putra Kanjeng Sultan Hadiwijaya.
Kini mereka menyadari dan tak malu lagi dikalahkan oleh anak muda yang sakti mandraguna. Mereka yakin anak muda itu baru menggunakan sebagian kecil dari ilmunya. Namun mereka sudah tidak berdaya.
“Raden….., terimakasih kami diberi hidup…..! Saya setelah sembuh akan bergabung dengan Mataram. Saya akan sangat senang jika boleh ikut tinggal di Mataram ini…..!” Berkata lurah perampok.
“Demikian juga aku……, aku juga bersedia…..!” Sahut beberapa perampok
“Aku akan kembali ke Demak. Di sana ada anak dan istriku……!” Berkata yang lain.
“Jika demikian, menyingkirlah dari warung ini agar warung ini tenang kembali…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Baiklah….!” Berkata mereka hampir berbarengan.

Mereka kemudian pergi dari warung itu dengan menahan sakit. Hampir semua yang terluka adalah tangannya. Ada pula lambungnya yang terkena pedang yang salah sasaran. Namun mereka tidak parah. Hampir semuanya bisa berjalan dengan wajar. Namun ada pula yang tertatih-tatih.
Mereka pergi kembali ke arah puncak Merapi.
Raden Mas Danang Sutawijaya yakin bahwa mereka akan bisa merawat diri mereka sendiri. Dan pada saatnya mereka akan sembuh. Meskipun ada beberapa yang akan catat tangannya. Namun itulah akibat teringan dari sebuah perkelahian. Sedangkan akibat yang paling pahit adalah kematian.

Pemilik warung dan para pembantunya sudah tidak mendengar gaduh riuh di luar warung. Mereka tidak tahu apa yang terjadi di luar warung. Mereka memilih bersembunyi di dapur.
“Apakah anak muda dan dua orang kawannya telah tewas……?” Bisik pemilik warung.
“Kasihan mereka…..!” Berkata salah seorang pembantunya.
………….
Bersambung………..
(@SUN)

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *