Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#579

penerus trah prabu brawijaya


Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(579)
Mataram.
Seri Danang Sutawijaya.

Raden Mas Danang Sutawijaya segera melanjutkan perjalanan. Perjalanan ke arah matahari terbenam. Walau ia belum pernah melewati jalan itu, namun petunjuk dari Ki Ageng Giring cukup jelas bagi Raden Mas Danang Sutawijaya. Sebagai seorang petualang, ia tidak mengalami kesulitan membaca tanda-tanda yang ia terima.
Jalan dari arah gunung gamping ke arah barat itu sudah lebih lebar dan ada bekas sering dilewati orang. Namun ia belum berjumpa dengan seorang pun.
Namun Raden Mas Danang Sutawijaya melihat di kiri kanan jalan ada tanaman sayur mayur, artinya disekitar tempat itu pasti ada penghuninya.
“Sugeng siang, Paman…..!” Sapa Raden Mas Danang Sutawijaya ketika melihat seorang setengah baya sedang di kebun.
“Sugeng siang Den…..!” Jawab orang itu.
Raden Mas Danang Sutawijaya segera meloncat turun. Ia ingin berbincang dengan orang tersebut. Kuda pun kemudian ia tambatkan.
“Menanam apa, Paman…..?” Sapa Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Bayam dan kacang panjang, Den…..!” Jawab orang itu.
Mereka kemudian duduk di pematang yang berbatu dan berbincang.
Dari perbincangan itu Raden Mas Danang Sutawijaya tahu bahwa di sekitar tempat itu sudah ada beberapa keluarga yang mendiami. Kebanyakan dari mereka bercocok tanam dan memelihara ayam untuk keperluan mereka sendiri. Demikian juga menanam umbi-umbian. Mereka tidak pernah berburu ke hutan. Mereka lebih mengandalkan usaha mereka sendiri.
Kemudian Raden Mas Danang Sutawijaya mengalihkan pembicaraan.
“Apakah warga di tempat ini sudah mendengar bahwa Alas Mentaok telah di buka…..?” Ia ingin tahu apakah Mentaok yang kini bernama Mataram sudah dikenal orang-orang di sekitarnya. Karena sesungguhnya, wilayah itu juga bagian dari Mataram.
“Ooo….., tentu kami sudah mendengar. Yang kami dengar telah dibangun pula alun-alun yang luas seperti alun-alun keraton. Katanya akan di bangun pula sebuah keraton…..!” Jawab orang setengah baya tersebut.
“Ooo demikian…..? Adakah nama-nama yang dikenal, Paman…..?” Bertanya Raden Mas Danang Sutawijaya yang ingin tahu apakah Mataram dan orang-orangnya sudah dikenal oleh orang-orang di luar kawasan Kotagede.
Sebelum orang itu menjawab, telah datang dua orang yang menghampiri mereka. Mereka datang karena mendengar derap kaki kuda namun kemudian berhenti di tempat itu.
“Sugeng siang…..!” Sapa keduanya setelah dekat.
“Sugeng siang, Paman……!” Jawab Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Ooh ada piyayi yang sudi singgah di kebun…..!” Berkata salah seorang dari mereka.
“Saya bukan piyayi, Paman. Saya adalah seorang pengembara yang ingin tahu tentang keadaan di luar tempat tinggal saya. Di samping itu, juga ingin banyak sedulur…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Tetapi ketampanan dan kegagahan Kisanak tidak dapat ditutupi…..!” Dalih orang yang baru datang.
Raden Mas Danang Sutawijaya hanya tersenyum.
“Tadi saya bertanya tentang Mataram, apakah Paman mengenal nama-nama orang-orang di Mataram itu….?” Raden Mas Danang Sutawijaya mengulang pertanyaannya.
“Ooo…., apakah Kisanak dari Mataram…..?” Salah seorang yang baru datang itu balik bertanya.
Raden Mas Danang Sutawijaya tak ingin menutupi jati dirinya, justru ia ingin agar dikenal oleh warganya.
“Benar Paman, saya dari Mataram dan ingin ke Menoreh….!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya jujur.
“Ooo….., kami telah mendengar nama-nama piyayi di Mataram. Ada Raden Mas Danang Sutawijaya, ada Ki Ageng Mataram dan siapa lagi saya tidak tahu….!” Sahut yang lain.
“Ada nama Ki Juru….., Juru apa aku juga tidak tahu…..!” Sahut yang lain.
“Juru Tani…..!” Sahut kawannya.
Raden Mas Danang Sutawijaya tersenyum, Ki Juru Martani disebut Ki Juru Tani. Namun kemudian ia meluruskan; “Ki Juru Martani….!”
“Oooo…. Ki Juru Martani kok dikatakan Ki Juru Tani…..!” Mereka pun tersenyum pula.
“Juru tani itu kita ini…..!” Seloroh yang lain.
……………..
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *