Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#601

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#601

penerus trah prabu brawijaya

Penerus Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(601)
Mataram.
Seri Danang Sutawijaya.

Nyi Demang tertegun melihat orang muda yang tampan dan berotot kencang serta kulitnya yang bersih. Memang serasa berbeda dengan tiga orang yang menyertainya.
“Ooh maaf Raden atas kelancangan kami…..!” Berkata Nyi Demang kemudian.
“Tentu tidak ada yang perlu dimaafkan, Nyi…..! Kamilah yang seharusnya meminta maaf karena merepotkan keluarga Ki Demang…..!” Berkata Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Kami tidak repot Raden, kami sudah terbiasa menerima tamu yang singgah dan menginap. Kami terima dengan senang hati dan kami tidak pernah membeda-bedakan……!” Lanjut Nyi Demang.
“Benar Raden, kami yang pernah singgah dan menginap di banjar kademangan…..!” Berkata orang Kaliangkrik yang bersama Raden Mas Danang Sutawijaya.
“Ha ha ha….., sudahlah…..! Mari aku temani santap malam bersama Ki Jagabaya sekalian…..!” Berkata Ki Demang Mungkid.
“He he he ……, akulah yang beruntung. Tadi sudah aku hitung, hari keberuntunganku jatuh hitungan kemil ……!” Seloroh Ki Jagabaya.
“Jika demikian hari keberuntungan kita semua sama…..! Jatuh hitungan kemil …….!” Canda salah seorang yang bersama Raden Mas Danang Sutawijaya.
Mereka pun tertawa mencairkan suasana.
Dan kemudian mereka pun bersantap bersama.

Dalam tradisi Jawa dikenal adanya perhitungan masib suatu perjalanan.
Apakah dalam perjalanan itu akan menemukan keberuntungan atau tidak.
Dasar perhitungannya adalah jumlah hari dan pasaran dari weton/hari pasaran lahir orang tersebut ditambah jumlah pasaran saat itu.
Misalnya hari weton adalah Kamis Kliwon, Kamis ada delapan dan Kliwon juga delapan jumlahnya ada enam belas. Sedangkan pasaran saat itu adalah Pon, Pon nilainya lima. Jadi jumlah semuanya ada dua puluh satu.
Maka orang itu akan menghitung sampai dihitungan ke dua puluh satu dengan pola hitungan; thek kliyek jotho kemil berulang. Jika sampai di hitungan ke dua puluh satu maka akan jatuh di ucapan thek. Thek diartikan setiap usahanya akan berhasil jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. Sebaliknya Kliyek, walau telah berusaha namun kemungkinan untuk berhasil sangat kecil. Sedangkan jotho atau ada yang menyebutkan chotho, maka jika memaksakan diri bepergian pada hari pasaran saat itu akan lebih banyak menemui kesialan. Sebaliknya jika jatuh pada sebutan kemil, maka orang tersebut akan mendapat rezeki makanan yang menyenangkan.
Maka setiap orang yang berbeda weton – hari pasaran yang berbeda, tentu akan berbeda pula jatuhnya ucapan tersebut. Masing-masing bisa thek atau kliyek atau jotho atau kemil.
Bisa jadi di setiap daerah akan berbeda penyebutannya dan juga cara hitungnya.
Namun demikian, tradisi itu tidak untuk diyakini sepenuhnya. Karena nasib seseorang tidak ditentukan oleh hitungan hari. Dan tradisi tersebut juga tidak ada hubungan dengan kepercayaan seseorang. Tradisi tersebut adalah warisan dari nenek moyang. Dan kini tradisi itu sering untuk berseloroh namun tidak untuk mengolok-olok.

Mereka masih menikmati hidangan yang disajikan oleh Nyi Demang. Suasana yang bergembira membuat segala yang dihidangkan terasa nikmat.
“Yang paling sering singgah dan menginap di banjar kademangan ini adalah rombongan penari teledek dari manapun asalnya…..!” Berkata Ki Jagabaya setelah selesai menikmati hidangan.
“Yang sering sampai di tempat kami rombongan dari Parakan…..!” Sahut orang dari Kaliangkrik.
“Ya benar….., rombongan dari Parakan juga pernah menginap di banjar ini…..!” Berkata Ki Jagabaya.
“Ha ha ha ha ha….., Ki Jagabaya betah njagongi karena penarinya muda-muda dan cantik-cantik…..!” Canda Ki Demang.
Ki Jagabaya pun tersenyum lebar dan tidak mengelak. Yang lain pun ikut tersenyum pula. Demikian pula Raden Mas Danang Sutawijaya. Dengan bercanda ria, mereka menjadi semakin akrab.
……………..
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *