Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#656

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#656

penerus trah prabu brawijaya

Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(656)
Mataram.
Seri Panembahan Senopati.

Mereka masih memperbincangkan guru orang bercambuk yang pernah mereka dengar.
“Guru orang bercambuk yang tidak gagah itu disegani oleh para pendekar pada masanya…..!” Bisik orang dari perguruan Lembah Merapi Merbabu.
“Konon dengan cambuknya ia mampu merobohkan pohon kelapa sekali kecut……!” Sahut kawannya.
“Aku juga pernah mendengar cerita itu, bahkan muridnya pun konon juga sudah mampu melakukan seperti itu….!” Sahut yang lain.
“Itu muridnya yang gemuk, juntai cambuknya kelihatan…..!” Berkata kawannya.
“Jika perguruan-perguruan kita masih saling bermusuhan, mungkin orang itu bisa menjadi sasaran bersama…..!” Berkata orang lain lagi.
“Aku pikir memang sebaiknya kita tidak saling bermusuhan…..!” Berkata yang lain.
“Namun kita tetap membekali diri untuk bela diri…..!” Sahut yang lain.
“Yaaa….., memang seharusnya demikian…..!” Berkata kawannya.
“Dan kita pun tidak perlu bermusuhan dengan orang-orang bercambuk atau siapapun sepanjang kita tidak dimusuhi…..!” Sahut yang lain.
“Siapakah seorang yang separuh baya yang sedang berbincang dengan mereka itu…..?” Bertanya yang lain lagi.
“Aku belum tahu, tetapi sepertinya mereka sudah akrab…..!” Sahut kawannya.

Dalam pada itu, Panembahan Senopati memang sedang berbincang dengan guru orang bercambuk dan kedua orang muridnya serta Ki Ageng Giring.
Ki Ageng Giring memang pernah berkenalan dengan guru orang bercambuk itu, namun belum kenal dengan kedua orang muridnya. Guru orang bercambuk itu juga pernah berkunjung ke pertapaan Kembanglampir. Sedangkan Panembahan Senopati sedang berbincang akrab dengan kedua murid orang bercambuk.
“Suatu saat aku ingin berkunjung ke kademangan Sangkalputung…..!” Berkata Panembahan Senopati.
“Tentu kami akan dengan senang hati menerimanya…..!” Berkata murid orang bercambuk yang berbadan tambun. Ia adalah putra dari Ki Demang Sangkalputung dan menantu dari Ki Gede Menoreh.
“Ki Gede Menoreh juga baru saja meninggalkan pemakaman ini, sekarang beliau sedang singgah di pendapa. Nanti kita bisa bertemu dengan beliau…..!” Berkata Panembahan Senopati.
“Wooo….., kebetulan sekali…..!” Berkata menantu Ki Gede Menoreh.
“Marilah kita sekarang ke pusara Ki Ageng Mataram……!” Ajak guru orang bercambuk.
Panembahan Senopati memang ingin menjalin persahabatan dengan tetangga Mataram di sisi timur juga. Kademangan Sangkalputung salah satunya. Sedangkan dengan kademangan Taji sudah terjalin kemitraan sebelumnya. Demikian pula dengan pegunungan Sewu yang diwakili oleh Ki Ageng Giring dari Kembanglampir.
Tak sia-sia Panembahan Senopati merintis persahabatan dengan tetangga Mataram di sisi barat, sisi utara dan di sisi timur. Sedangkan di sisi selatan telah bersahabat bahkan berhubungan erat dengan penguasa laut selatan. Tetapi justru belum terjalin hubungan dengan Ki Ageng Mangir di sisi selatan di tapi kali Praga.

Ketika itu orang-orang dari Bukit Tidar dan dari Lembah Merapi Merbabu serta dari Kaliangkrik memang sudah beranjak dari pemakaman.
“Silahkan singgah di pendapa Mataram, biarlah diantar oleh Paman Darpa…..!” Berkata Panembahan Senopati yang melihat Ki Darpa yang merupakan warga Kotagede yang sedang berada pula di pemakaman itu.
“Paman…..! Tolong tamu-tamu kita diantar ke pendapa…..!” Berkata Panembahan Senopati kepada seorang yang telah separuh baya.
Rombongan besar dari tiga perguruan yang semula bermusuhan itu sekarang bersama-sama menuju ke pendapa Mataram. Sekarang mereka berbincang dengan akrab tanpa permusuhan lagi. Mereka memang belum ingin segera pulang namun ingin melihat-lihat keadaan Mataram yang sedang membangun dan berkembang itu.

Sementara Panembahan Senopati masih memani guru orang bercambuk dan kedua orang muridnya.
Matahari sudah sedikit condong ke barat. Panembahan Senopati kemudian mempersilahkan guru orang bercambuk beserta kedua muridnya untuk singgah di pendapa Mataram. Sedangkan Ki Ageng Giring yang bergantian menunggu di pusara Ki Ageng Mataram.
…………….
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo di Youtube atau di Facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *