Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#657

penerus trah prabu brawijaya

Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(657)
Mataram.
Seri Panembahan Senopati.

Siang hari itu semestinya Panembahan Senopati sudah pergi ke laut selatan. Namun kini tamu pelayat masih berdatangan. Tidak mungkin ia akan meninggalkan Mataram begitu saja.
Kini guru orang bercambuk dan kedua orang muridnya telah berada di pendapa. Di pendapa pun masih banyak tamu pelayat yang berdatangan. Mereka disambut oleh Ki Juru Martani dan para kerabat Mataram.
Ki Juru Martani menyambut juga kedatangan guru orang bercambuk dan kedua muridnya. Ia telah mengenal guru orang bercambuk itu walau belum mengetahui asal muasalnya seperti orang lain juga belum tahu asal muasal dari orang yang selalu merahasiakan jati dirinya. Bahkan nama yang sesungguhnya pun jarang ada orang yang tahu. Namun demikian, orang yang telah lebih dari separuh baya itu dikenal sebagai seorang yang berbudi luhur dan selalu membela kebenaran dan kejujuran. Ki Juru Martani yang lebih muda itu tahu bahwa guru orang bercambuk itu jika berbincang hanya seperlunya saja dan tidak pernah bercerita apapun tentang dirinya. Juru Martani juga pernah mendengar bahwa ia adalah seorang juru sembuh yang mumpuni.
“Kami sudah berusaha mencari sarana kesembuhan bagi Adi Pemanahan, namun belum kami ketemukan dan kemudian Adi Pemanahan mendahului kami…..!” Berkata Ki Juru Martani.
“Setiap usaha tentu tidak akan sia-sia, titah memang wajib berusaha, tetapi Sang Penguasa Kehidupan yang menentukan…..!” Berkata guru orang bercambuk itu bijak.
Kedua orang sepuh yang bijak itu berbincang tentang berbagai hal, namun lebih banyak tentang masalah kesehatan bagi orang yang telah usia lanjut.
“Minum air putih adalah yang terbaik, Ki Juru…..,” berkata guru orang bercambuk itu.
“Bagaimana dengan jejamuan, Kiai…..?” Bertanya Ki Juru Martani.
“Sesekali baik juga, namun jangan sampai ketergantungan, demikian juga minuman yang lain…..!” Jawab orang bercambuk yang sesungguhnya sudah berusia lanjut itu.
Orang bercambuk itu sesungguhnya memang jauh lebih sepuh dari Ki Juru Martani namun masih terlihat bugar. Ki Juru Martani menduga, bisa jadi orang bercambuk itu seusia dengan Ki Ageng Sela atau sedikit lebih muda. Dahulu, ketika Ki Juru Martani masih muda, sudah pernah tahu ada seorang juru sembuh yang sudah separuh baya. Dan Ki Juru Martani yakin bahwa orang itu adalah guru orang bercambuk yang sekarang sedang berbincang dengannya ini.
“Buah dan sayur-sayuran juga baik, Ki Juru…..!” Berkata guru orang bercambuk itu.
“Baiklah Kiai, mulai sekarang aku akan lebih banyak makan buah-buahan dan meminum air putih…..!” Berkata Ki Juru Martani.

Sementara Panembahan Senopati masih berbincang dengan dua orang murid orang bercambuk.
Murid orang bercambuk yang tambun lebih banyak berbincang tentang kademangan Sangkalputung. Sebuah kademangan yang cukup maju dibanding dengan kademangan-kademangan di sekitarnya. Bahkan kademangan itu tak kalah dengan sebuah kadipaten.
“Dahulu kademangan kami juga mengirim para pengawal kademangan ke Pajang untuk meluruk ke bang wetan, tetapi kemudian kami ditempatkan sebagai tambahan pasukan pengawal raja di Pajang…..!” Berkata murid orang bercambuk yang tambun itu.
“Ya….., dan kalian berdua diminta untuk ikut menjadi pengawal raja…..! Sebuah tanggungjawab yang tak kalah pentingnya dengan yang maju di medan laga…..!” Berkata Panembahan Senopati.
“Atau sebaliknya, karena kami dianggap belum cukup bekal untuk maju ke medan laga…..!” Seloroh murid yang tambun itu.
“Tentu bukan seperti itu…..! Dipilih menjadi pengawal seorang raja tentu karena memiliki bekal yang lebih dari cukup…..!” Berkata Panembahan Senopati.
Panembahan Senopati memang telah mendengar bahwa dua orang murid orang bercambuk itu telah memiliki bekal ilmu kanuragan dan ilmu jaya kasantikan yang lebih dari cukup. Ia pun telah mendengar bahwa guru mereka adalah seorang yang berilmu tinggi namun rendah hati.
Panembahan Senopati senang bisa bersahabat dengan mereka.
…………….
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo di Youtube atau di Facebook.

St. Sunaryo

Pensiunan pegawai PT Telkom Indonesia. Sekarang bertempat tinggal di Kapanewon Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungi website https://stsunaryo.com , ada yang baru setiap hari.

Learn More →

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *