Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Gendhuk Jinten-Part#87

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Gendhuk Jinten-Part#87

gendhuk jinten

Inspirasi Pagi …….!!
(@SUN-aryo)

Penerus Trah Prabu Brawijaya.

Gendhuk Jinten.

Sementara itu, Ki Tanu juga tidak bisa segera tertidur di sebuah banjar pedukuhan tempat ia menginap. Ia terbiasa mengembara dan tidur di sembarangan tempat. Namun kini bukan tempatnya yang membuatnya tidak dapat segera tertidur, namun pikirannya melayang ke wajah putrinya yang ia tinggalkan. Betapa pun putrinya membuat malu yang tak terkira, namun ia adalah satu-satunya putrinya yang tanpa didampingi oleh ayah dan ibunya. Tetapi yang sedikit membuat Ki Tanu tenang adalah kesediaan Ki Demang untuk merawat Gendhuk Jinten. Semoga cupu di bawah pohon nangka telah diketemukan oleh Ki Demang sehingga bisa membantu beban hidup putrinya itu dan cucunya kelak.
Namun Ki Tanu telah berjanji kepada dirinya sendiri, suatu saat akan bertemu kembali dengan putrinya dan cucunya kelak. Setelah pikirannya sedikit tenang, Ki Tanu bisa tertidur juga.

Sementara itu, Bayaputih bisa tidur dengan nyenyaknya di penginapan. Sebelum tertidur, Bayaputih telah merencanakan, besuk siang harus bisa mengulangi kejadian di tepi sungai seperti beberapa waktu yang lalu. Lasa telah dipercaya untuk mengatur semuanya.
Sedangkan Lasa telah keluar dari penginapan, entah kemana tidak berpamitan kepada Bayaputih.
Lasa memang berjalan-jalan mengelilingi kademangan Pengging. Di malam hari, Pengging semakin ramai, banyak warung makan yang buka di malam hari.
Namun langkah Lasa tak disadari sampai juga di pondok Ki Tanu. Ia telah mendengar bahwa Ki Tanu pergi sampai waktu yang tidak diketahui. Dan Lasa telah melihat sendiri bahwa Ki Tanu telah pergi ke arah selatan. Jika masih ada Ki Tanu, Lasa tak akan berani mendekati pondok Ki Tanu. Jika ia berselisih paham dengan Ki Tanu, pasti akan mendapat kesulitan.
Lasa terkejut ketika melihat dan mendengar dua orang sedang berbincang di luar pendapa pondok Ki Tanu.
“Wuooo…..! Ada yang meronda….!” gumam Lasa kepada diri sendiri.
Beberapa saat Lasa bersembunyi di balik pohon perdu, namun ia bisa melihat dan mendengar dua orang yang sedang berbincang itu. Sebagai seorang prajurit sandi, Lasa tak mendapatkan kesulitan. Namun Lasa tak mendapatkan kabar yang berarti dari dua orang yang sedang berbincang itu. Mereka berdua lebih banyak berbincang tentang tanaman dan peternakan.
Hampir tengah malam Lasa kembali ke penginapan.

Ketika malam telah berganti pagi, dua orang peronda telah meninggalkan pondok Ki Tanu. Warga kademangan Pengging menjalani kehidupan seperti hari-hari sebelumnya. Namun bagi Gendhuk Jinten, kini ada yang berbeda. Sepagi seperti itu, biasanya ia telah bangun dan menyapu halaman dan pekarangan di sekitar pondok. Tetapi kini ia telah mendengar derai sapu lidi. Pembantu kademangan yang diperbantukan dipondok itu telah lebih dahulu menyapu halaman.
“Telah meruput, Bibi…..?” sapa Gendhuk Jinten.
“Terbiasa seperti di kademangan, Nini……!” jawab pembantu kademangan itu.
“Terimakasih, Bibi…..!” kata Gendhuk Jinten.
“Ini kan pekerjaan yang ringan saja Nini…..!” kata wanita itu.
Gendhuk Jinten segera ke dapur untuk menjerang air, namun ia tertegun ketika Mbok Dukun telah terlebih dahulu berada di dapur dan telah menyalakan api tungku.
“Sudah bangun, Mbok…..?” sapa Gendhuk Jinten kepada Mbok Dukun.
“Menjerang air sambil berdiang, anget di badan…..!” dalih Mbok Dukun.
“Sebaiknya masak apa, pagi ini Mbok…..?” tanya Gendhuk Jinten.
“Terserah Nini Jinten saja…..!” jawab Mbok Dukun.
“Ada keluwih dan mbayung, sebaiknya disayur oyok-oyok saja….!” kata Gendhuk Jinten.
“Ditambah lauk gereh, cocok Ni…..!” timpal Mbok Dukun.
Mereka berdua kemudian meracik bumbu oyok-oyok keluwih dan mbayung.
“Ayah senang sekali lauk seperti itu, Mbok…..?” kata Gendhuk Jinten yang tiba-tiba teringat ayahnya.
Jika sepagi itu, biasanya Ki Tanu telah menimba air di sumur yang berada di belakang dapur.
Kemudian terdengar derit timba air, namun yang menimba bukan Ki Tanu, melainkan pembantu kademangan yang diperbantukan membantu Gendhuk Jinten.
………….
Bersambung………

Petuah Simbah: “Ikatan batin seorang anak terhadap orang tuanya tak akan mudah hilang begitu saja.”
(@SUN)

**Kunjungi web St. SUnaryo di stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.

One thought on “Penerus Trah Prabu Brawijaya-Gendhuk Jinten-Part#87

  1. ternyata nomor yang belum lengkap…. sudah tahu cara mencarinya terima kasih
    saya sekarang selalu menyambangi atau masuk kesini untuk membaca,
    semoga lancar selalu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *