Home » Cerbung » Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#667

Penerus Trah Prabu Brawijaya-Part#667

penerus trah prabu brawijaya

Trah Prabu Brawijaya.
(@SUN-aryo)
(667)
Mataram.
Seri Panembahan Senopati.

Sementara itu, ada salah seorang putri Ki Pemanahan, adik dari Raden Mas Danang Sutawijaya ketika itu. Ia tidak ikut boyongan ke telatah Mentaok yang sekarang telah menjadi telatah Mataram. Ketika itu ia masih remaja ketika disunting oleh salah seorang nayaka praja kasultanan Pajang ketika itu. Ia bernama Raden Mayang. Raden Mayang menjadi adik ipar dari Raden Mas Danang Sutawijaya yang kini telah menjadi seorang Panembahan Senopati di Mataram.
Kini Raden Mayang telah menjadi seorang tumenggung yang cukup disegani, Tumenggung Mayang.
Tumenggung Mayang kini telah memiliki seorang anak perjaka yang telah menginjak dewasa. Ia seorang perjaka yang tampan dan gagah berkulit bersih dan berpenampilan rapi, Raden Pabelan namanya.
Setiap gadis akan terpikat oleh penampilan dari Raden Pabelan yang pintar bertutur kata juga membawakan diri. Ia pun luwes bergaul, terutama dengan para wanita muda. Namun dia bukanlah seorang perjaka yang berhati bersih.
Walau ia belum dewasa sepenuhnya, namun dalam hal hubungan dengan gadis-gadis, ia sudah berpengalaman.
Ia begitu mudah menggandeng seorang gadis, namun begitu mudah pula meninggalkannya.
“Besuk aku harus berguru jauh dari kotaraja. Mungkin ini pertemuan kita yang terakhir…..!” Berkata Raden Pabelan berdalih untuk bisa lepas dari gadis yang telah dikencaninya.
“Mengapa Raden berkata demikian….? Setelah aku serahkan segalanya untuk Raden…..? Mengapa ada kata-kata mungkin untuk yang berakhir kali….? Raden akan ingkar seperti kepada wanita-wanita lain…..? Aku tidak mau diperlakukan seperti itu…..!” Berkata gadis itu nerocos karena tak mengira Raden Pabelan begitu mudah mengatakan perpisahan. Ia merasa kata-kata dari Raden Pabelan itu hanya dalih untuk meninggalkannya. Padahal baru kemarin mengatakan tak akan meninggalkannya. Tetapi setelah tadi malam miliknya yang paling berharga sebagai seorang wanita Ia pasrahkan, kini dengan enteng berdalih akan pergi jauh.

Sementara itu, Tumenggung Mayang sedang menerima kedatangan seorang nara praja beserta putrinya.
“Maaf Kakang Tumenggung, saya terpaksa sowan Kakang Tumenggung karena ditangisi anak ngadisku ini…..!” Berkata tamunya setelah saling berkabar keselamatan. Tamu yang pangkatnya di bawah Tumenggung.
Ki Tumenggung Mayang hanya bisa menghela nafas panjang. Tamu yang seperti tamu yang sekarang ini sudah beberapa kali. Sudah beberapa kali orang tua gadis, baik ayah atau ayah ibunya datang kepadanya untuk menuntut tanggungjawab atas perbuatan Raden Pabelan.
“Maaf Adi……, Pabelan sekarang sedang tidak ada di rumah. Nanti akan aku sampaikan kepadanya……! Dan ia harus bertanggung jawab atas perbuatannya…..!” Berkata Tumenggung Mayang yang tanggap maksud dari tamunya itu.
“Maaf Kakang….., kami memang salah juga karena tidak mampu menolak permintaan anakmas Raden Pabelan untuk menginap di rumah kami…..!” Berkata tamunya.
“Ya aku mengerti….., Pabelan pasti di pihak yang salah juga…..!” Jawab Ki Tumenggung Mayang.
“Untuk diketahui Kakang Tumenggung, anak-ku ini telah terlambat garap sari. Maka aku ajak sowan ke sini untuk bertemu dengan anakmas Raden Pabelan…..!” Berkata tamunya itu.
“Sudah tiga hari ini Pabelan tidak pulang, ia berpamitan untuk menuntaskan ilmunya di Tawangmangu…..!” Berkata Ki Tumenggung Mayang.
“Sudahlah Bapa….., kita pulang saja. Tidak ada gunanya harus bertemu dengan Raden Pabelan. Yang penting, Gusti Tumenggung sudah tahu keadaanku. Benih yang aku kandung ini juga merupakan darah daging dari Gusti Tumenggung karena Raden Pabelan adalah putranya……!” Berkata gadis itu untuk berusaha tegar.
“Aku mengerti perasaanmu, Nini….! Biarlah nanti aku bicarakan dengan Pabelan……!” Berkata Ki Tumenggung Mayang yang tidak berusaha mengelak. Ia percaya bahwa gadis iitu dan ayahnya berkata jujur.
…………….
Bersambung……….
(@SUN-aryo)

**Kunjungi web kami di Google.
Ketik; stsunaryo.com
Ada yang baru setiap hari.
Kunjungi pula situs saya di Youtube. Cari; St Sunaryo di Youtube atau di Facebook.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *