Trah Prabu Brawijaya.
Seri 996
Mataram.
Sedah Merah.
Setelah perbincangan panjang Ki Patih Mandaraka dengan Panembahan Senopati, akhirnya diputuskan untuk benar-benar mengirim pasukan ke Blambangan. Dengan dalih untuk menyatukan seluruh negeri di tanah Jawa. Dan juga untuk menegakkan wibawa Mataram karena Blambangan pernah membantu pemberontakan Rangga Keniten di Pasuruan.
Untuk pasukan yang akan berangkat ke Blambangan, akan dipimpin oleh Raden Mas Jolang sebagai senopati agung. Nantinya akan didampingi oleh beberapa senopati yang berpengalaman. Pasukan berkuda yang pernah terbentuk, yakni pasukan Gagak Ireng akan menjadi pasukan inti. Pasukan itu juga akan diperkuat oleh pasukan berkuda yang dahulu pernah terlibat dalam perang di Pati. Demikian pula sebagian pasukan berkuda dari barak prajurit di Jatinom.
Dalam waktu singkat, pasukan berkuda telah bersiap di alun-alun Mataram. Pasukan berkuda memang pasukan gerak cepat yang dengan cepat pula digerakkan. Kesiapan pasukan itu memang serba cepat agar tidak terendus oleh prajurit sandi dari manapun. Para prajurit pun bisa menjaga diri untuk tidak mengatakan tujuan yang akan dituju.
Kawula Mataram yang menyaksikan terkagum ketika melihat iring-iringan pasukan berkuda yang cukup panjang itu.
“Akan perang ke mana lagi pasukan itu…..?” Bertanya salah seorang kawula yang menyaksikan.
“Aku juga tidak tahu, Kang…..!” Jawab yang lain.
Bahkan para prajurit sandi dari berbagai negeri pun tak sempat mengetahui ke mana dan untuk apa pasukan berkuda yang besar itu meninggalkan Mataram ke arah timur.
Lima orang prajurit telah berangkat lebih dahulu untuk singgah di Jatinom. Mereka diminta untuk menyampaikan surat dari Kanjeng Panembahan Senopati sendiri. Surat yang meminta agar sebagian pasukan berkuda dari Jatinom untuk ambil bagian dalam lawatan ke Blambangan.
Meskipun dari Jatinom tidak seluruh kekuatan yang akan dilibatkan dalam lawatan ke Blambangan nantinya.
Pasukan berkuda yang cukup besar telah berderap ke arah timur. Pasukan yang dilengkapi dengan perlengkapan tempur yang komplit. Seorang muda yang tampan dan gagah, mirip dengan Kanjeng Panembahan Senopati ketika masih muda. Dialah Raden Mas Jolang, putra Kanjeng Panembahan Senopati dengan sang permaisuri yakni Ratu Mas Waskitajawi – putri dari Ki Penjawi dari Pati. Dia yang telah mewarisi sebagian ilmu kesaktian milik Kanjeng Panembahan Senopati. Kanjeng Panembahan Senopati memang telah mempersiapkan Raden Mas Jolang menjadi putra mahkota keraton Mataram. Ia harus berpengalaman dalam peperangan yang sesungguhnya. Ia memang telah berhasil memimpin pasukan ketika melawat ke wilayah utara dari bang tengah ketika itu, yakni berhasil menaklukkan Grobogan, Rembang, Blora, pasukan dari Tuhan dan pendukungnya serta kadipaten Pati sendiri. Kadipaten Pati yang dipimpin oleh sang paman – Adipati Pragola.
Namun lawatan ke Blambangan tak kalah beratnya dengan lawatan sebelumnya. Blambangan termasuk kadipaten yang luas dengan pasukan yang kuat. Pasukan yang telah terbentuk sejak sebelum zaman Majapahit.
Para tokoh negeri Blambangan yang menjadi kebanggaan mereka antara lain; Arya Wiraraja, Arya Nambi, Menak Koncar, Tawang Alun, Menak Sembuyu dan sebagainya. Tak kalah terkenalnya adalah tokoh ‘antagonis’ – Menak Jingga.
Dan sekarang sang penguasa Blambangan adalah Prabu Siung Laut. Prabu Siung Laut memiliki seorang putri yang cantik jelita, Ni Sedah Merah. Ia seorang gadis bagai bunga yang sedang mekar-mekarnya yang indah dan cantik menawan. Namun demikian, tak ada perjaka yang berani mendekati sang putri. Justru karena gadis itu terlalu cantik bagi para perjaka, bahkan oleh para senopati Blambangan sendiri. Lagi pula ia adalah putri dari sang penguasa Blambangan. Bahkan pula, para adipati atau para putra adipati di bang wetan pun segan kepada Prabu Siung Laut untuk melamar sang putri. Sang putri bagai bunga mawar yang indah harum mewangi, namun tak tersentuh karena duri-duri batang yang tajam dan dikelilingi oleh pagar berduri.
………
Bersambung……….
***Tonton pula vidio kontens YouTube kami yang terbaru Seri Ken Sagopi dan Pitutur Jawi. Cari; St Sunaryo di Youtube atau di Facebook maupun di Instagram.